Industri manufaktur di Indonesia terus berkembang dengan pesat seiring dengan kemajuan teknologi. Sadar atau tidak, berbagai produk di sekeliling kita tidak terlepas dari peranan industri ini. Tidak heran, industri ini membantu menyerap tenaga kerja karena minat beli masyarakat akan berbagai jenis produk yang disediakan terus meningkat.

Disamping memenuhi kebutuhan masyarakat, industri manufaktur juga memiliki peranan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Industri manufaktur berperan dalam meningkatkan ekspor dan juga nilai investasi negara. Hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan kinerja ekspor Indonesia pada periode April 2021 yang mencetak rekor tertinggi sejak Agustus 2011.

Bisnis manufaktur umumnya berlokasi di kawasan industri yang dekat dengan lokasi pelanggan dan bahan baku seperti Cikarang, Cibitung, dan Pulogadung. Dibanding dengan bisnis yang lainnya, bisnis manufaktur memiliki banyak peraturan hukum yang perlu ditaati seperti peraturan limbah, standar kesehatan dan yang lainnya. Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai bisnis manufaktur dan contoh bisnis manufaktur yang ada di Indonesia, simak artikel ini sampai selesai.

Pengertian Bisnis Manufaktur

Bisnis manufaktur adalah bisnis yang mengubah bahan mentah atau bahan baku menjadi produk jadi yang siap dijual langsung ke konsumen, produsen, atau distributor lainnya. Dalam menciptakan produknya, bisnis manufaktur menggunakan manusia, mesin, komputer atau teknologi canggih lainnya yang bekerja secara spesifik.

Bisnis manufaktur biasanya menggunakan jalur perakitan dimana produk akan diproses dan disatukan secara berurutan dari stasiun kerja yang satu ke stasiun kerja yang lainnya. Hal ini bertujuan agar proses produksi produk dapat berjalan lebih cepat dan menghemat tenaga kerja yang mengerjakan secara manual.

Macam Produksi Manufaktur

Produksi manufaktur dibedakan menjadi 3 jenis utama, di antaranya:

  • Make-to-Stock (MTS)

Merupakan strategi manufaktur tradisional yang menggunakan data penjualan masa lalu sebagai andalannya untuk memprediksi permintaan konsumen dan mengerjakan aktivitas produksi terlebih dahulu.

Strategi ini memiliki kelemahan karena menggunakan data masa lalu dalam memperkirakan permintaan pasar di masa depan. Dengan begitu, kemungkinan besar prakiraan dapat melenceng yang pada akhirnya produsen akan memiliki produk yang berlebih ataupun kekurangan stok produk untuk memenuhi permintaan konsumen.

Contoh dari MTS adalah: Nestle yang memproduksi susu dan makanan rumahan atau Unilever dengan sabun dan peralatan kebersihan lainnya.

  • Make-to-Order (MTO)

Merupakan jenis strategi yang memungkinkan konsumen untuk memesan produk berdasarkan spesifikasi yang mereka inginkan. Perusahaan manufaktur yang menerapkan strategi ini hanya akan melakukan proses produksi apabila menerima permintaan dari konsumen atau pelanggan untuk memproduksi produk tertentu.

Biasanya konsumen akan bersedia menunggu perusahaan tersebut sampai mereka menyelesaikan proses produksinya. Pengerjaan strategi ini juga tidak perlu melewati proses perancangan terlebih dahulu karena umumnya permintaan yang diminta konsumen merupakan produk yang sudah pernah diproduksi sebelumnya sehingga dapat meminimalisir kemungkinan persediaan produk yang berlebih.

Contoh dari MTO adalah: Pabrik yang memproduksi peralatan sablon atau pabrik yang memproduksi alat pemotong kayu.

  • Make-to-Assemble (MTA)

Merupakan strategi yang bersandar pada perkiraan permintaan konsumen untuk menyuplai komponen dasar produk, tetapi baru akan mulai merakitnya jika telah menerima permintaan pesanan dari konsumen atau pelanggan.

Strategi ini merupakan kombinasi dari pendekatan MTS dan juga MTO. Strategi ini memiliki kelebihan dimana konsumen dapat menyesuaikan produk berdasar keinginan mereka dan menerima produk lebih cepat karena komponen dasar produk sudah tersedia. Tetapi, jika tidak ada permintaan yang masuk, perusahaan akan terperangkap dalam stok suku cadang yang tidak diinginkan.

Contoh dari MTA adalah: Perusahaan Intel yang hanya memproduksi microprocessor atau produsen kaca film V-Kool.

Contoh Bisnis Manufaktur di Indonesia

Bisnis manufaktur yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibagi menjadi beberapa sektor industri yaitu industri dasar dan kimia, industri barang konsumsi, dan aneka industri. Sektor industri dasar dan kimia memproduksi bahan mentah dan bahan jadi seperti keramik, semen, porselen, dan kaca. Sektor industri barang konsumsi umumnya menyediakan produk yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari seperti makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, dan keperluan rumah tangga lainnya. Sektor Industri aneka menyediakan produk-produk seperti elektronik, mesin dan alat berat, dan lain-lain.

Masing-masing sektor tersebut terbagi lagi menjadi beberapa sub sektor, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Makanan dan minuman

  • PT Akasha Wira International Tbk
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  • PT Wahana Interfood Nusantara Tbk

2. Plastik dan Kemasan

  • PT Asiaplast Industries Tbk
  • PT Sinergi Inti Plastindo Tbk
  • PT Champion Pacific Indonesia Tbk

3. Kayu dan pengolahannya

  • PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk
  • PT Tirta Mahakam Resources Tbk
  • PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk

4. Pulp dan Kertas

  • PT Alkindo Naratama Tbk
  • PT Fajar Surya Wisesa Tbk
  • PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk

5. Elektronika

  • Sky Energi Indonesia Tbk
  • Sat Nusapersada Tbk
  • Gaya Abadi Sempurna Tbk

6. Otomotif dan Komponen

  • PT Astra International Tbk
  • PT Goodyear Indonesia Tbk
  • PT Garuda Metalindo Tbk

7. Keramik Porselen dan Kaca

  • PT Surya Toto Indonesia
  • PT Inti Keramik Alam Industri Tbk
  • PT Arwana Citra Mulia Tbk

8. Mesin dan Alat Berat

  • PT Ateliers Mecaniques D’Indonésie Tbk
  • PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
  • PT Arkha Jayanti Persada Tbk

9. Logam dan Sejenisnya

  • PT Alumindo Light Metal Industry Tbk
  • PT Saranacentral Bajatama Tbk
  • PT Citra Tubindo Tbk

10. Tekstil dan Garment

  • PT Trisula Textile Industries Tbk
  • PT Pan Brothers Tbk
  • PT Asia Pacific Fibers Tbk

Sudah tahu bisnis manufaktur di Indonesia?

Itu dia penjelasan dan juga 10 contoh bisnis manufaktur yang ada di Indonesia. Kini kamu sudah memiliki wawasan yang baru seputar industri ini. Jika kamu memiliki minat dan rencana untuk menggeluti bisnis ini, persiapkan dengan matang segala aspek yang kamu perlukan seperti modal, perencanaan, tim, dan hal lainnya. Pastikan kamu tetap konsisten menjalankan bisnismu dari awal sampai akhir hingga kamu bisa mencapai tujuanmu.

Jangan lupa ikuti terus inaproduct.com dan dapatkan informasi lainnya terkait bisnis agar wawasanmu semakin meningkat!