Upah minimum yang dibayarkan kepada karyawan memiliki besaran yang berbeda. Hal itu dikarenakan setiap perusahaan memiliki kebijakan sendiri dalam pemberian upah, biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor internal perusahaan dan eksternal. Ini dia faktor-faktor yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam memberi upah minimum:

1.  Biaya hidup

Biaya hidup di setiap daerah berbeda-beda, itu pula yang menjadikan perbedaan upah minimum karyawan yang diberikan pun berbeda. Jika biaya hidup tinggi, maka tuntutan pekerjaan dan upah pun akan lebih tinggi. Untuk mencukupi biaya hidup yang layak, perusahaan dengan tingkat biaya hidup tinggi umumnya memberikan gaji pokok lebih besar atau kompensasi lainnya seperti tunjangan, dll.

Hal ini mengacu pada pasal 88 Ayat (1) Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Kemudian, dalam pasal 89 Ayat (2) disebutkan bahwa upah minimum sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) diarahkan kepada pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Pasal 89 Ayat (4) menyebutkan bahwasannya komponen serta pelaksanaan tahapan pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebagaimana dimaksud dalam Ayat (2) diatur dengan keputusan Menteri. Pertambahan jumlah penduduk berbanding lurus dengan bertambahnya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

2.  Regulasi pemerintah

Pemberian upah minimum pada karyawan juga dipengaruhi oleh faktor perundang-undangan terkait upah minimum. Seperti, untuk pemberian upah kepada karyawan wajib hukumnya mengacu pada upah minimum yang berlaku di setiap daerah. UU Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah Pengupahan melarang keras perusahaan membayar upah karyawannya lebih rendah dari Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK).

Berdasarkan UU 13 Tahun 2003 Ketenagakerjaan Pasal 1 angka 30 adalah hak perkerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan. Termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerja dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.

Pasal 29 Ayat (1) UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjelaskan bahwasannya upah minimum (yang terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap) hanyalah merupakan str upah bulanan terendah pada struktur dan skala upah yang ditetapkan oleh perusahaan, berdasarkan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan sertifikasi kompetensi.

Pada dasarnya, kenaikan upah minimum setiap tahunnya ditentukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Namun, besaran UMK dan UMP di setiap daerah diatur oleh masing-masing Gubernurnya dengan tetap memperhatikan rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi. Oleh karena itu, besaran upah karyawan antara daerah berbeda meskipun jatabannya sama. Seperti yang dijelaskan dalam Pasal 17 [baru] Permenakertrans No.01 Tahun 1999 menyatakan kebijakan pengupahan hanya mengatur upah minimum saja, sedangkan upah diatas minimum yang secara berjenjang adalah murni merupakan domain dan wilayah kesepakatan di antara pihak yang senantiasa merujuk dan mengacu pada struktur skala upah yang ditetapkan perusahaan.

3.  Kompensasi perusahaan lain

Nilai kompensasi yang diberikan oleh perusahaan lain juga menjadi salah satu faktor penentuan upah karyawan. Umumnya, HR sudah melakukan survei di perusahaan lain sebelum nantinya menawarkan upah pada calon karyawan.

Hal ini akan menjadi dasar perusahaan menentukan berapa besaran upah yang akan diberikan pada karyawan, apakah di kisaran upah pasaran atau lebih tinggi. Pemberian upah lebih tinggi tentunya akan menarik lebih banyak pencari kerja dan kesempatan perusahaan dapat memilih yang terbaik sangat tinggi pula.

4.  Kemampuan perusahaan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, selain faktor eksternal, ada juga faktor internal yang membuat perusahaan mempertimbangkan upah minimum untuk karyawannya. Salah satu faktor internalnya adalah kemampuan finansial perusahaan terkait. Perusahaan dengan skala besar dan memiliki reputasi yang baik tentunya dapat memberikan upah lebih besar juga untuk karyawannya.

Namun, tidak untuk perusahaan kecil atau menengah. Walaupun hasrat ingin bersaing dengan kompetitor dalam merekrut karyawan yang cakap tinggi, tapi mereka tetap harus realistis dan mempertimbangan kemampuan finansialnya. Memaksakan diri untuk memberi upah dengan nilai terlalu tinggi sepertinya akan terlalu berisiko untuk ke depannya.

5.  Jenis pekerjaan dan tanggung jawab

Perusahaan adalah organisasi bisnis yang menerapkan sistem pembagian kerja yang jelas dan terukur, dengan jenis-jenis pekerjaan dan tanggung jawabnya. Jika karyawan memiliki tanggung jawab yang besar, maka semakin besar pula upah yang harus ia peroleh.

Contohnya seperti kepala bagian berhak untuk mendapatkan upah lebih besar daripada supervisor. Karena kepala bagian memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Ini adalah bentuk keadilan dalam pemberian upah pada karyawan.

Itulah beberapa faktor yang perlu Anda ketahui sebelum menentukan upah untuk karyawan

Demikian ulasan mengenai faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi upah minimum karyawan. Di samping faktor yang sudah disebutkan, mempertimbangkan beberapa faktor lainnya juga sangat penting jika Anda sedang mencari calon karyawan untuk usaha Anda. Yang perlu dicatat, Anda harus memperhatikan hak dan kewajiban perusahaan dan calon karyawan Anda sama-sama menguntungkan dari segala sisi.

Jangan lupa baca artikel lain di ekosistem.inaproduct.com dan dapatkan informasi lainnya terkait bisnis dan produk Indonesia! Anda juga bisa melihat produk Indonesia terbaik dari tangan pertama di inaproduct.com.