UKM lebih banyak menghadapi hambatan ekspor, dibandingkan bisnis berskala besar. UKM masih harus berurusan dengan perizinan yang sulit, keterbatasan tenaga, minimnya akses ke pasar luar negeri, dana yang terbatas, hingga biaya logistik.

Apakah saat ini Anda juga tengah mengalami masalah tersebut dan butuh solusi? Artikel kali ini akan coba menguraikan hambatan-hambatan ekspor dan cara menanganinya. Dengan harapan dapat Anda gunakan sebagai rujukan solusi agar bisnis ekspor Anda semakin berkembang. 

Hambatan Ekspor Bagi Pelaku Usaha

Terbatasnya Akses ke Luar Negeri 

Inaproduct – Hambatan ekspor yang pertama adalah akses ke luar negeri. Kesepakatan perdagangan internasional dapat menjadi solusi untuk masalah ini. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Indonesia gencar melakukan kesepakatan dagang luar negeri.

Alasannya agar kinerja ekspor dapat menjangkau pasar global. Alasan lainnya adalah mampu membawa produk lokal ke pasar internasional. Salah satu kesepakatan tersebut adalah ASEAN Agreement of E-Commerce yang baru-baru ini ditandatangani Anggota Asean, termasuk Indonesia. 

Keterbatasan SDM 

Hambatan ekspor berikutnya adalah terkait tenaga atau sumber daya manusia yang belum memadai. Data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang menunjukkan bahwa jumlah wirausahawan di Indonesia yang masih rendah. Menurut data tersebut, jumlah wirausaha di Indonesia baru sekitar 3, 47% dari total penduduk.  Angka ini di bawah negara Asia Tenggara yang lain, seperti Singapura yang pada posisi tertinggi dengan total wirausaha 8,76%.

Untungnya hambatan ini dapat diatasi berkat bonus demografi Indonesia pada tahun 2030 hingga 2040 mendatang.  Menurut proyeksi badan perencanaan pembangunan nasional, SDM berusia produktif akan mencapai 64% dari total populasi. Para anak muda yang sangat akrab dengan digitalisasi ini perlu terjun ke dunia wirausaha atau UMKM.

Baca juga: 7 Skill yang Harus Anda Miliki untuk Menjadi Eksportir Sukses

Minimnya Dana 

Masalah pembiayaan merupakan hambatan ekspor selanjutnya yang juga harus dicari solusinya. Sebenarnya potensi ekspor di berbagai bidang banyak ditemukan. Sayangnya, para pelaku UKM belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai mekanisme pembiayaan. 

Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah Indonesia telah mengupayakan adanya Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Lembaga ini hadir untuk mempercepat laju pertumbuhan perdagangan luar negeri, meningkatkan daya saing pelaku bisnis, serta mendorong ekspor nasional. 

LPEI sendiri telah menyalurkan

  • Pembiayaan ekspor sebesar 90,4 triliun,
  • Pinjaman sebesar 9.9 triliun, dan
  • Asuransi 8,1 triliun.

Selain itu, LPEI juga telah melahirkan 60 eksportir baru dan 2.200 UMKM binaan yang memiliki produk ekspor. 

Baca juga: Ingin Menjadi Eksportir? Cek Website Ini untuk Tahu Regulasinya!

UKM juga masih sering menemukan kendala dalam hal logistik. Menurut informasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, masih banyak UKM yang melakukan ekspor secara retail. Hal ini dikarenakan permintaan yang kecil, sehingga membuat UKM belum bisa mengekspor secara kolektif.  

Ini mengakibatkan biaya logistik lebih mahal daripada harga jual. Dampaknya, harga produk lokal menjadi tak kompetitif. Untuk mengatasi hambatan ekspor ini, pemerintah menggencarkan ekspor melalui penjualan langsung di jejaring daring atau lokapasar (marketplace).

Kurangnya Pemahaman Regulasi 

Hambatan ekspor selanjutnya yang juga krusial adalah regulasi. Regulasi seperti izin berusahan, izin usaha perdagangan, izin usaha industri membuat UKM belum memaksimalkan upaya untuk ekspor. Ditambah lagi, kendala terkait kurangnya pemahaman mengenai peraturan yang berlaku di negara tujuan ekspor.

Maka untuk mengatasi hal ini, pemerintah menerbitkan PP No. 7 Tahun 2021. PP yang merupakan turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja ini memberikan terobosan kemudahan perizinan usaha. 

Selain itu pemerintah juga menghadirkan Exim, sebuah sistem digital terintegrasi yang dapat diakses secara bebas.  Sebagai portal informasi mekanisme ekspor, Exim membantu UKM menentukan negara tujuan ekspor sekaligus memahami prosedur ekspor ke negara tersebut. 

 Itu dia uraian mengenai hambatan ekspor Indonesia beserta solusi dari masing-masing kendala. Dapat disimpulkan bahwa kelima hambatan ekspor tersebut dapat diatasi dengan adanya sinergi antara UKM dan pemerintah. Untuk dapat mewujud kinerja ekspor yang optimal.

Penulis: Merita Ratih

Editor: Erlinda Sukmasari