Sebagai pemilik usaha, Anda perlu mengetahui apa itu B2B. Model bisnis ini layak Anda kuasai. Sebab, B2B memilii berbagai kelebihan dibanding model bisnis lainnya. Salah satunya adalah profit yang lebih besar! Baca artikel ini untuk memahami model bisnis ini lebih lengkap.

Pengertian B2B

b2b
B2B

Jika mendengar kata bisnis, apa yang Anda pikirkan? Biasanya, masyarakat mendefinisikan bisnis sebagai membuka usaha.

Namun, definisi bisnis lebih lengkap adalah membuka usaha untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan ini bisa didapat dengan menyediakan produk atau jasa untuk konsumen. Bisnis bisa dijalankan perseorangan maupun kelompok.

B2B adalah salah satu model bisnis yang dapat Anda pilih. Model bisnis adalah model yang menjelaskan bagaimana bisnis Anda berjalan. Artinya, menjelaskan bagaimana spesifiknya Anda mendapatkan keuntungan. 

Pengertian B2B (business to business) adalah transaksi bisnis antarpelaku usaha. Jadi, target konsumen Anda adalah pemilik bisnis lainnya. Transaksi bisnis dapat terjadi di antara

  • Supplier,
  • Retailer,
  • Eksportir,
  • Importir,
  • Distributor,
  • Enabler,
  • Reseller,
  • Horeka,
  • Dan lain-lain.

Perlu Anda ketahui bahwa dalam B2B transaksi bisnisnya berskala besar. Inilah hal utama yang membedakan B2B dengan model bisnis lainnya.

Tak ada pembelian dalam dalam jumlah satuan. Jika pun ada, nominal produk atau jasa tersebut besar. Contohnya adalah pembelian mesin cuci untuk bisnis laundry kiloan.

Baca juga: 5 Tips Mendapatkan Buyer dari Luar Negeri

Model Bisnis B2B

Vertical

Hubungan bisnis terbentuk secara vertikal yaitu dari hulu ke hilir. Biasanya hal ini melibatkan produsen atau pengeser dengan pemasoknya. Contohnya adalah Lotte Grosir. Retail ini menjual produknya pada toko kelontong atau toko yang lebih kecil. 

Namun, meski Lotte Grosir menjadi pemasok toko lain, ia juga membutuhkan pemasoknya sendiri. Lotte Grosir mendapatkan pasokan dari manufaktur yang seperti Unilever, Wings, dan Protect & Gamble. 

Sebagai manufaktur, Unilever juga membutuhkan supplier. Salah satu brand yang diproduksi oleh Unilever adalah Kecap Bango. Untuk dapat memproduksi kecap, Unilever membutuhkan pasokan kacang kedelai dari petani. 

Horizontal

Sesuai dengan namanya, model bisnis ini berlangsung secara horizontal. Model bisnis ini tak berlangsung dari hulu hingga ke hilir. Contohnya adalah ecommerce B2B. Pengelola ecommerce tak menjual produk miliknya sendiri.

Ia menyediakan platform bagi para supplier untuk menjual produk. Platformnya menjadi lokasi pertemuan antara supplier dengan buyer. Berbeda dengan platform ecommerce biasa, platform ini menjual dengan harga grosir. Pembeliannya juga berskala besar.

Perbedaan dengan Model Bisnis Lain

B2C

Model bisnis yang paling umum Anda temukan. Anda dapat melihat contohnya dengan mudah. B2C adalah bisnis yang dilakukan antara pemilik usaha dengan pengguna akhir (end user). Misalnya, minimarket yang menjual produk secara eceran.

C2B

Model bisnis antara konsumen dengan organisasi. Konsumenlah penyedia jasanya dan organisasi yang membutuhkannya. Contohnya adalah stok foto di Shutterstock. Konsumen menjadi penyedia foto dan video dalam Shutterstock. Organisasi membeli biaya berlangganan Shutterstock untuk mengakses foto dan video tersebut.

C2C

Model bisnis yang memfasilitasi antarkonsumen untuk bertransakasi. Contohnya adalah transaksi yang Anda temukan di ecommerce. Penjual yang menyediakan jasa di ecommerce bukanlah supplier. Ia juga bukan produsen atau manufaktur. Si penjual mendapatkan produknya dari pemilik usaha lain lalu menjual kembali produk itu untuk profit.

B2G

Model bisnis yang dilakukan antara pemilik usaha dengan pemerintah. Pemerintah bertindak sebagai konsumenya. Contohnya adalah pemilik usaha katering yang menyediakan makan siang pegawai sebuah kementerian.

Karakteristik B2B

Berikut ini adalah ciri-ciri B2B yaitu

Terjadi di antara para pemilik usaha

Transaksi bisnis B2B tak melibatkan pengguna akhir (end user). Jika Anda memproduksi sabun mandi, pembelinya adalah toko kelontong dan supermarket. Merekalah yang akan menjual kembali sabun mandi itu untuk sampai ke tangan konsumen.

Pembelian dalam skala besar atau nominal besar

Ketika Anda memproduksi sabun mandi, tak ada pembeli yang hanya membeli satu sabun saja. Andalah yang menentukan MOQ (minimum order quantity) dari sebuah transaksi. Misalnya, Anda menjual sabun mandi tersebut pada minimarket. Anda dapat memberi syarat pembelian minimal satu kardus sabun mandi. Nominalnya tentu lebih besar. 

Biasanya membutuhkan sampel

Anda pernah ikut trade show atau business matching? Ketika Anda ingin memenangkan hati pembeli, Anda dapat menyediakan sampel. Bahkan, beberapa calon pembeli juga mau membeli sendiri sampe produk tersebut. Tujuannya adalah mereka ingin memastikan produk tersebut cocok sesuai kebutuhan.

Prosesnya lebih panjang dibanding B2C

Proses transaksi B2C biasanya berjalan sederhana. Jika ke minimarket, Anda tinggal memasukkan barang ke dalam keranjang. Kemudian Anda membawa keranjang tersebut ke kasir. Setelah membayar, barang menjadi milik Anda.

Hal ini tak berlaku dalam transaksi B2B. Jika Anda memiliki perusahaan, bagian procurement yang bertanggung jawab terhadap pengadaan barang. Bagian procurement tak datang ke minimarket untuk membeli dalam jumlah eceran.

Mereka mengirimkan RFQ (request for quotation) pada beberapa supplier untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan. Transaksi ini prosesnya lebih panjang dan melibatkan berbagai dokumen serta banyak pihak. Bahkan memakan waktu lebih lama.

Pihak pembeli dapat mengajukan permintaan penawaran

Seperti penjelasan pada poin sebelumnya, calon buyer dapat mengirimkan RFQ. Dalam RFQ, calon buyer akan menjelaskan apa saja yang ia butuhkan. Sebagai balasan, calon supplier akan menjelaskan produk, spesifikasi, hingga harga produk. 

Contoh Usaha B2B

contoh usaha b2b
Contoh usaha B2B

Berikut ini adalah beberapa contoh perusahaan B2B.

Manufaktur

Manufaktur adalah produksi barang dalam skala besar. Beberapa contohnya adalah Unilever, Wings, Protect and Gamble, Indofood, dan Gudang Garam. Ciri utama dari manufaktur adalah mereka mengolah produk mentah menjadi produk jadi.

Namun, ada juga manufaktur yang mengolah produk setengah jadi menjadi produk jadi. Selain itu, pendapatan utama manufaktur berasal dari penjualan produknya. 

Agensi Digital Marketing

Pernah melihat iklan pengelolaan media sosial? Agensi-agensi ini menawarkan jasa untuk pembuatan konten media sosial. Mereka mengerjakan copy, desain, iklan, bahkan website Anda. Buyer para agensi digital marketing ini adalah pemilik usaha lain yang ingin memajukan bisnisnya.

Para pemilik usaha membutuhkan pengelolaan media sosial yang profesional. Mereka ingin menarik leads hingga meningkatkan penjualan. Namun, mereka sudah kerepotan mengurus bisnisnya sehingga membutuhkan jasa agensi digital marketing.

Retail

Retail adalah penjualan barang secara eceran pada pengguna akhir (end user). Berapa contoh retail adalah Transmart, Lotte Mart, TipTop, Indomaret, dan Alfamart. Barang yang dijual umumnya adalah barang kebutuhan sehari-hari masyarakat. Selain itu, toko retail menjual berbagai macam produk dan merek.

Distributor

Tahukah Anda, bahwa manufaktur membutuhkan jasa distributor untuk mendistribusikan produknya? Distributor adalah pihak yang membeli produk dari manufaktur dalam skala besar. Angka pembeliannya bisa ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Ia lalu yang menjual produk tersebut ke berbagai daerah.

Pusan Manis Mulia, manufaktur yang memproduksi kembang gula, mengandalkan distributor dalam bisnisnya. Ia memiliki distributor dari seluruh Indonesia. Para distributor inilah yang akan menjualkan permen dan coklatnya ke toko-toko, warung, hingga pasar tradisional.

Baca juga: 5 Strategi untuk Mendapatkan Pelanggan B2B

Tantangannya

Tantangan utama dari model bisnis ini adalah mendapatkan buyer (pembeli). Sebab, pembelian dilakukan dalam skala besar. Dalam bisnis ini tak ada pembelian secara eceran. Jika Anda pemilik manufaktur, artinya Anda harus mencari buyer yang mau membeli dalam partai besar. 

Anda dapat menawarkan barang ke horeka, retail, hingga distributor. Jika produk Anda adalah food and beverage, Anda dapat memasukkannya ke supermarket. Namun, karena proses transaksinya yang panjang, perputaran uangnya dapat berjalan lambat.

Apalagi jika memakai sistem konsinyasi. Anda perlu menunggu agar barang terjual lebih dahulu sebelum mendapatkan bayaran. Selain itu, ketika produk tak laku, produk akan dikembalikan pada Anda. 

Itulah penjelasan mengenai pengertian B2B, karakteristiknya, contoh usahanya, hingga tantangannya. Jika Anda ingin terjun ke pasar B2B, bergabunglah dengan Inaproduct. Inaproduct adalah direktori bisnis Indonesia yang mempertemukan supplier dengan buyer di pasar B2B. Daftarkan diri Anda di sini.