Konsinyasi menjadi metode kerja sama menguntungkan yang kerap dilakukan. Selengkapnya tentang apa itu konsinyasi, kelebihan serta kekurangan, bisa Anda simak di bawah ini. 

Apa Itu Konsinyasi?

apa itu konsinyasi
Konsinyasi

Inaproduct – Kerjasama merupakan hal yang lumrah dilakukan dalam bisnis. Dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konsinyasi adalah penitipan barang dagangan kepada agen atau orang untuk dijualkan. Pembayaran dilakukan di kemudian hari.

Untuk kedua belah pihak yang melakukan konsinyasi memiliki sebutan tersendiri. Pemilik barang disebut consignor, sementara pihak yang dititipi disebut dengan consignee.

Sistem kerjasama konsinyasi ini merupakan metode hemat bagi pengecer untuk mengisi toko mereka. Pemasok juga akan mendapatkan keuntungan dari barang yang terjual. Keuntungan lain adalah mendapatkan eksposur tanpa harus melakukan proses pemasaran.

Aturan Mengenai Komisi dan Periode Konsinyasi 

Dengan sistem konsinyasi, penjual barang akan mendapatkan komisi atau bonus bila produk sudah laku terjual. Konsinyasi biasanya berlaku dengan jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan yang sudah ditentukan. Apabila sudah melewati batas, barang harus dikembalikan ke pemiliknya. Namun, periode konsinyasi bisa diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak. 

Baca juga: 3 Strategi Elevator Pitch yang Efektif untuk Menarik Investor

Keuntungan Konsinyasi untuk Pemilik Barang (Consignor)

  • Menurunkan biaya penyimpanan dan pengiriman produk (shipping & handling expenses).
  • Bebas biaya penambahan tenaga kerja.
  • Mengurangi biaya sewa tempat, karena tidak perlu menyewa toko.
  • Meningkatkan customer reach.
  • Daerah pemasaran lebih luas.
  • Jalan pintas mengembangkan market share.
  • Membantu memperkenalkan merek produk hingga ke daerah pelosok.
  • Kesempatan melakukan riset minat produk ke lebih banyak konsumen.
  • Lebih mudah mengetahui barang yang laku dan tidak laku.
  • Mengurangi waktu untuk membuat daftar penjualan barang.

Keuntungan Konsinyasi untuk Penjual Barang (Consignee)

  • Mengurangi risiko kerugian karena tidak perlu membayar barang.
  • Minim kerugian karena barang yang tak terjual dapat dikembalikan pada consignor.
  • Memperkecil modal kerja (working capital), karena tidak memproduksi barang sendiri.
  • Jenis barang yang dijual di toko makin banyak, sehingga berpotensi menarik lebih banyak konsumen.
  • Bisa menentukan harga sendiri sehingga margin pendapatan lebih besar.

Kerugian Konsinyasi untuk Pemilik Barang (Consignor)

  • Tak mendapat pembayaran di awal karena menggunakan sistem utang dagang.
  • Saat produk tak laku, wajib mengambil kembali barangnya meskipun sudah kadaluarsa.
  • Margin pendapatan lebih kecil karena tidak menjual langsung pada pelanggan.
  • Tak semua produk bisa dijual dengan sistem penjualan konsinyasi, sehingga harus riset dulu.
  • Apabila salah pilih consignee, berpotensi mengalami kerugian dalam jumlah besar. Misalnya consignee tak mau bayar, produk tak ter-display dengan baik, dan sebagainya.

Kerugian Konsinyasi untuk Penjual Barang (Consignee)

  • Harus menyiapkan ruang untuk display barang.
  • Consignee dituntut menata posisi barang konsinyasi sebaik mungkin, agar barang tersebut terjual sesuai ekspektasi consignor.
  • Apabila produk hilang maka akan dianggap terjual.
  • Kerusakan barang ditanggung consignee.
  • Consignee berpotensi terlibat dalam konflik antarpenitip barang, jika barang konsinyasi jenisnya sama.

Baca juga: Mengenal Business Matching dan Manfaatnya

Tips Kerjasama Konsinyasi

Setelah mengetahui keuntungan dan kerugian konsinyasi bagi kedua belah pihak. Selanjutnya Anda harus tahu cara menjalankannya agar bisa meraup keuntungan yang lebih besar. Berikut empat tips menjalankan Kerjasama konsinyasi.

Memilih Mitra yang Punya Rekam Jejak Baik

Baik consignor atau consignee, wajib periksa rekam jejak calon mitra konsinyasi. Hal ini penting untuk mencegah risiko kerugian materi akibat terjadinya pelanggaran dari salah satu pihak (wanprestasi).

Buatlah Perjanjian Konsinyasi yang Saling Menguntungkan

Anda juga perlu menyusun MoU dengan pembagian keuntungan yang adil. Beberapa yang harus Anda atur antara lain

  • Besaran komisi,
  • Biaya tambahan,
  • Periode konsinyasi,
  • Tagihan,
  • Kebijakan pengiriman dan pengembalian,
  • Komunikasi, 
  • Dan lain-lain.

Semua harus disepakati dengan jelas. Untuk itu, Anda bisa menyusun MoU tersebut bersama-sama dengan mitra Anda.

Memilih Produk yang Sesuai Dengan Toko 

Penting untuk memastikan mitra konsinyasi memiliki kecocokan karakteristik dengan produk. Apabila Anda pemasok minuman dengan harga tinggi, tak akan cocok jika dititipkan di toko ritel kecil. Anda bisa menitipkannya di cafe, restoran, dan tempat lainnya yang kira-kira sesuai. Tujuannya agar memperoleh keuntungan yang lebih tinggi.

Melakukan Pengaturan Display Produk yang Menarik

Bagaimana produk ditampilkan di toko menjadi salah satu faktor penentu penjualan. Semakin banyak pelanggan yang melihat produk Anda, peluang untuk terjual pun semakin besar. Jadi, pastikan Anda mengatur posisi barang di toko dengan apik dan menarik bagi konsumen.

Sampai di sini Anda sudah mendapatkan gambaran apa itu konsinyasi. Intinya konsinyasi adalah sebuah kesepakatan antara dua pihak. Komunikasi yang baik dengan mitra konsinyasi menjadi salah satu kunci keberhasilan sistem kerjasama tersebut.

Penulis: Merita Ratih

Editor: Erlinda Sukmasari