Secara umum, bisnis ialah aktivitas jual beli baik barang ataupun jasa yang dilakukan oleh individu atau perusahaan. Namanya bisnis, pasti harus mendapatkan keuntungan atau profit. Salah satu strategi untuk mendapatkan profit yang maksimal ialah menentukan target pasar.

Dengan target pasar yang jelas, kita akan bisa tahu banyak hal. Mulai dari menentukan kualitas produk, konten pemasaran, hingga bagaimana karakteristik dari bisnis yang kita buat. Tidak jarang juga ada bisnis yang stagnan. Bisa jadi salah satunya karena menentukan target pasar yang salah. Tentu hal ini pastinya tidak ingin Anda alami.

Menentukan target market nantinya akan terbagi pada dua jenis bisnis yakni Business to Business (B2B) dan Business to Customer (B2C). Bagi Anda yang baru memulai bisnis atau sudah memulai bisnis namun baru mendengar kedua istilah tersebut, simak artikel ini ya!

Apa itu bisnis B2C?

Berdasarkan laman Jurnal Entrepreneur, B2C merupakan bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan barang atau jasa kepada konsumen perorangan atau grup secara langsung. Jenis ini berhubungan langsung dengan konsumen bukan perusahaan atau bisnis lainnya. Bisnis jenis ini sangat biasa kita temukan di sekitar kita.

Contoh yang juga berdasarkan pengalaman penulis ialah bisnis es krim. Es krim yang dijual kepada konsumen perorangan seperti target market untuk es krim biasanya anak kecil merupakan bisnis B2C. Adapun contoh lainnya seperti sembako yang dijual secara eceran. Dari sini bisa disimpulkan bahwa daya beli pelanggan B2C cenderung kecil.

Apa itu bisnis B2B?

B2B merupakan kegiatan bisnis yang terjadi antara bisnis satu ke bisnis lainnya. B2B merupakan penjualan produk atau jasa yang diberikan oleh satu bisnis dan diperuntukkan untuk bisnis lainnya, bukan kepada konsumen.

Masih es krim sebagai contohnya. Es krim produk 8 liter biasa digunakan untuk cafe atau restoran. Nantinya mereka akan olah lagi sebagai menu dessert, smoothie, milkshake dan lain sebagainya. Untuk B2B sendiri, Anda bisa memiliki calon pelanggan yang mempunyai daya beli sangat tinggi. Hal ini dikarenakan target marketing Anda adalah perusahaan atau bisnis lain yang sudah besar dan tentu mempunyai modal yang cukup banyak.

Strategi marketing B2B dan B2C

Pada model bisnis B2C, Anda bisa membuat promosi di banyak platform seperti media sosial dan media cetak. Bisa juga dengan cara membuat promo potongan harga, bundling, dan lain sebagainya. Cara ini akan sangat berguna ketika Anda hendak memasuki pasar baru atau menggaet pelanggan yang sebelumnya tidak mengenal brand yang Anda miliki. Lain cerita pada target marketing B2B, para pebisnis atau perusahaan tidak akan langsung tertarik dengan produk yang Anda iklankan pada platform-platform tersebut. Ketika volume pembelian yang dilakukan pelanggan B2B sangat tinggi, mereka akan melihat secara detail seperti apa produk dan brand yang Anda miliki. Mereka akan memerhatikan betul bagaimana track record dan testimoni pelanggan lain dan hal-hal detail lainnya dari bisnis Anda. Hal itu wajar mengingat pelanggan B2B seperti pebisnis atau perusahaan biasanya juga akan membeli produk Anda secara kontinu atau repeat order dalam jangka waktu yang lama.

B2B atau B2C, mana yang mau Anda coba?

Baik B2B maupun B2C tidak ada yang lebih mudah atau lebih sulit, kedua jenis bisnis tersebut sama-sama bagusnya. Strategi dan fokuslah yang membedakan keduanya. Yang mana B2B menekankan kualitas produk dan jasa, sedangkan B2C mengutamakan kuantitas seperti jaringan yang luas atau dengan kata lain semakin banyak pelanggan semakin baik.

B2B memfokuskan diri pada apa yang mereka jual karena pelanggan merupakan prioritas utama. Hal ini agar pelanggan dapat terus bekerja sama yang berkelanjutan. Sedangkan pemasaran dan distribusi menjadi fokus jenis B2C agar mereka tetap memiliki koneksi luas dan dapat dikenal oleh banyak pelanggan.

Bagi yang baru memulai bisnis, kira-kira ke jenis mana bisnis Anda akan diarahkan? Untuk yang sudah memulai, apakah kira-kira jenis bisnis yang Anda pilih sudah tepat sasaran? Jika masih bingung atau khawatir keliru tidak perlu takut karena kadang kala bisnis juga merupakan proses danb isa jadi jawabannya tidak didapat dalam waktu dekat.

Jangan lupa ikuti terus inaproduct.com dan dapatkan informasi lainnya terkait bisnis dan produk Indonesia!