Perusahaan harus mengetahui istilah break event point atau BEP. BEP dapat Anda hitung untuk mengetahui target pendapatan yang harus Anda raih.

Oleh sebab itu perusahaan harus mengetahui cara menghitung yang benar agar mencapai BEP. Artikel ini akan membahas break event point (BEP) dimulai dari pengertian, elemen, manfaat, dan cara menghitung.

Pengertian Break Event Point (BEP)

break event point
Break event point

Inaproduct – Sebagai pemilik usaha, Anda harus tahu apa itu break event point. Sebenarnya apa itu break event point? Break event point adalah titik ketika pendapatan dan pengeluaran suatu perusahaan berada di posisi yang sama. Seperti, kondisi jumlah total pendapatan sama dengan jumlah total pengeluaran untuk keperluan produksi pada jangka waktu tertentu.

Arti titik BEP adalah total pendapatan dan kerugian berada di posisi 0. Dapat disimpulkan bahwa dalam titik BEP, perusahaan tak rugi dan tak untung.

Penting seorang pebisnis untuk mengetahui analisis break event point (BEP). BEP berguna untuk memperlancar usaha yang sedang dijalankan. Agar mencapai titik BEP, suatu perusahaan harus dapat memperkirakan besaran pendapatan atau produksi yang diraih. Lalu, pendapatan yang dihasilkan harus dapat menutupi biaya tetap dan biaya variabel di suatu perusahaan.

Baca juga: 7 Strategi Digital Marketing B2B untuk Bisnis Anda

Elemen dalam BEP

Fixed Cost (Biaya Tetap)

Biaya tetap sebagai biaya pokok yang dikeluarkan perusahaan, meskipun perusahaan tak memproduksi barang. Contohnya adalah biaya sewa tempat.

Variable Cost (Biaya Variabel)

Biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan mengikuti jumlah produksi hasil. Seperti biaya sewa tenaga kerja atau peralatan serta yang lainnya.

Mixed Cost (Biaya Campuran)

Biaya campuran adalah gabungan dari biaya tetap dan biaya variabel yang wajib dibayarkan meskipun tidak ada yang di produksi. Jumlahnya terus meningkat mengikuti output produksi seperti biaya tagihan listrik.

Harga Pokok Penjualan (HPP)

Jumlah pengeluaran dan beban yang dikeluarkan secara langsung maupun tidak langsung untuk menghasilkan produk.

Margin Laba

Bagian yang wajib ditambahkan ke dalam harga produk setelah BEP bisa dihitung. Sehingga bisa menetapkan margin laba yang nominalnya berapa saja, membuat harga jual produk sesuai dengan yang diinginkan.

Manfaat BEP

Mengetahui Total Biaya Produksi 

Dapat mengetahui seluruh total biaya produksi yang dikeluarkan. Bahkan secara otomatis mengetahui seluruh biaya yang dikeluarkan.

Dasar Perhitungan Laba

Harga jual produk yang dihasilkan dari laba, harus dengan perhitungan BEP yang ditambahkan dengan margin profit. Untuk menjadi tolak ukur dari keuntungan atas setiap produk yang ingin dijual.

Estimasi Balik Modal

Jika BEP tak dihitung, estimasi jumlah terjual tak akan bisa dihitung.

Analisa Profitabilitas

Perhitungan BEP merupakan dasar penentuan profitabilitas ini. Faktor yang meningkatkan BEP perusahaan adalah

  • Penjualan pelanggan meningkat,
  • Biaya produksi meningkat, dan
  • Biaya peralatan produksi.

Baca juga: Apa Itu Incoterm?

Cara Menghitung BEP

BEP per unit

Menghitung biaya BEP per unit menggunakan cara, BEP per unit = fixed cost / (harga jual per unit – variable cost setiap unit). 

BEP per penjualan

Menghitung biaya BEP per penjualan dengan cara, BEP per penjualan = fixed cost / [1 –  (total variabel / harga total)].

BEP per biaya

Untuk menghitung biaya BEP per biaya dilakukan dengan cara, BEP per biaya = (total fixed cost + total variable cost) / total unit.

Demikian pengertian dari BEP dan beberapa poin penting yang ada di dalamnya. Apakah Anda sudah menerapkannya dalam bisnis?

Penulis: Annisa Triastuti

Editor: Erlinda Sukmasari