Bagaimana cara Anda memahami calon pembeli produk Anda? Jawabannya adalah dengan menggunakan buyer persona.

Apa itu Buyer Persona?

Inaproduct – Seperti diketahui, ada dua jenis buyer dalam bisnis. Pertama, buyer pembelian dan kedua adalah buyer persona. Buyer persona dapat diartikan sebagai profil calon pembeli yang menjelaskan tentang mereka. Sederhananya, buyer persona ini seolah-olah seperti Anda membuat karakteristik fiksi yang berisi tentang identitas calon pembeli.

Akan tetapi, bukan berarti segala hal yang dituliskan dalam persona ini tak nyata atau hasil dari imajinasi serta karangan semata. Pada intinya, buyer persona merupakan profil calon pembeli yang didapatkan dari hasil riset mendalam.

Jadi, data-data yang terkandung di dalamnya sangatlah nyata. Setidaknya, persona ini bisa membantu Anda menentukan strategi untuk menarik calon pembeli tersebut. Sebab, latar belakang seseorang bisa sangat memengaruhi keputusan mereka dalam membeli sebuah produk.

Contohnya, mereka yang sudah menikah pada umumnya lebih senang mencari produk yang bisa digunakan bersama keluarga. Berbeda lagi dengan calon pembeli yang hidup sendirian dan masih lajang. Mereka lebih senang dengan produk yang sifatnya sedikit atau minimalis.

Baca juga: Buyer: Pengertian dan Tugasnya

Mengapa Penting Bagi Bisnis?

Buyer persona sangat penting agar bisnis Anda menjadi lebih terarah. Dalam artian, persona ini membantu Anda untuk mengetahui target pasar yang berpeluang besar akan membeli produk Anda. 

Selain itu, Anda juga akan lebih banyak menggunakan strategi marketing yang lebih efektif sesuai dengan karakteristik calon pembeli. Hal ini akan mempercepat tujuan Anda untuk mendapatkan pembeli sekaligus terhindar dari membuang-buang waktu.

Cara Membuat Buyer Persona

Mengumpulkan Informasi Tentang Calon Pembeli

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mengumpulkan informasi tentang calon pembeli. Carilah bagaimana kebiasaan berbelanja mereka. Tempat belanja seperti apa yang sering dikunjungi dan produk apa yang sering dibeli berulang kali. Anda juga bisa lebih spesifik dalam mengumpulkan data pribadi, seperti status serta usianya.

Sebab, hal tersebut secara langsung juga memengaruhi keputusan seseorang untuk membeli produk. Misalnya, mereka yang usianya masih muda tentu saja memiliki kecenderungan berbelanja yang berbeda dengan orang tua.

Mencari Solusi dari Permasalahan Calon Pembeli

Setelah informasi tentang latar belakang didapatkan, carilah solusi dari setiap permasalahan calon pembeli. Misalnya, anak muda lebih senang membeli produk dengan kemasan yang terlihat estetik atau unik. Namun, berbeda dengan orang tua yang memiliki keluarga. Mereka akan lebih senang mendapatkan produk dalam jumlah banyak atau besar.

Menentukan Siapa Buyer Persona Anda

Setelah melakukan riset tentang calon-calon pembeli yang potensial, tetapkanlah siapa buyer persona Anda. Apakah Anda akan lebih fokus terhadap mereka yang berusia muda atau tua. Apakah ingin fokus terhadap seseorang dengan status menikah atau single. Apakah ingin lebih mendekati seseorang dengan latar belakang tertentu atau tidak. Intinya, tentukan siapa yang kira-kira paling besar kemungkinannya untuk membeli produk Anda.

Baca juga: 5 Tips Mendapatkan Buyer dari Luar Negeri

Buatlah Konten Promosi

Terakhir, Anda bisa membuat konten promosi sesuai persona yang telah dibuat. Anda bisa mencari inspirasi dari internet atau media sosial. Lihatlah konten seperti apa yang menjadi kesukaan calon pembeli potensial Anda.

Pastinya setiap kepribadian memiliki kecenderungan kesukaan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, penting untuk Anda membuat buyer persona secara lengkap, mulai dari 

  • Nama, 
  • Usia,
  • Status Hubungan,
  • Hobi,
  • Cita-cita dan permasalahannya
  • Kepribadian, dan 
  • Aktivitas sehari-harinya.

Penulis: Cahaya Muslim

Editor: Erlinda Sukmasari