Istilah CFR adalah istilah yang lazim dalam perdagangan internasional. Istilah tersebut berhubungan dengan kegiatan ekspor impor. Oleh sebab itu, penting sekali bagi UMKM memahami hal ini agar bisa dengan mudah melakukan ekspansi bisnis. 

Pengertian CFR

Inaproduct – CFR adalah singkatan dari Cost and Freight. Arti freight atau kargo adalah muatan barang yang diangkut dengan kapal laut atau pengangkut lainnya. CFR ini berhubungan dengan biaya kargonya. Tepatnya, sistem pembayaran yang dipakai untuk pengiriman melalui laut. 

Pada umumnya, semua biaya pengiriman melalui jalur laut ini ditanggung oleh penjual. Akan tetapi, pembeli juga harus membayar beberapa biaya, seperti biaya risiko apabila terjadi sesuatu selama pengiriman.

Sederhananya, CFR adalah sistem pembayaran untuk pengiriman barang melalui jalur laut. Jadi, hal-hal yang berhubungan dengan mengirim barang menggunakan kapal termasuk di dalam CFR ini.

Pengiriman melalui jalur tersebut adalah untuk pengiriman barang ke luar negeri atau kegiatan ekspor. Oleh sebab itu, diperlukan dokumen-dokumen ekspor yang jelas agar barang mudah masuk sampai tujuan.

Baca juga: Ketahui Apa Itu Angka Pengenal Impor, Importir Harus Tahu!

Biasanya, dalam proses CFR, penjual memanfaatkan jasa pengiriman yang dipercaya untuk mengirimkan barangnya kepada pembeli. Penjual dianggap telah mengirimkan barang ketika barang sudah dipastikan berada di atas kapal.

Saat barang sudah di atas kapal, hal tersebut bukan lagi merupakan tanggung jawab penjual. Akan tetapi, penjual tetap memiliki kewajiban untuk menghubungi pihak jasa kirim apabila barang telah sampai tujuan.

Kedua belah pihak, baik penjual maupun pembeli, memiliki kewajiban yang berbeda-beda. Sebelum penyerahan barang terjadi, keduanya telah menyepakati semua detailnya dengan kontrak yang mengikat sampai barang tiba di pelabuhan tujuan pembeli.

Walaupun tidak mengurusi asuransi, pembeli bisa meminta penjual melakukan hal tersebut apabila memang dibutuhkan. Namun, tetap saja biaya asuransinya dibebankan kepada pembeli.

Kewajiban Seller dalam CFR

Untuk mengetahui masing-masing kewajiban antara penjual dan pembeli, berikut penjelasannya.

  • Membayar semua biaya pengiriman,
  • Mengurus dokumen ekspor,
  • Mengirim barang menggunakan kapal, dan
  • Memastikan barang yang dikirim memiliki kualitas baik.

Baca juga: Ingin Menjadi Eksportir? Cek Website Ini untuk Tahu Regulasinya!

Kewajiban Buyer dalam CFR

Selain penjual, pembeli juga memiliki kewajiban yang harus dilakukan sebaik mungkin. Sebab, hal ini menyangkut kualitas barang yang akan diterima. Terlebih lagi, ketika pada masa pengiriman, ketika barang sedang berada di atas kapal.

  • Membayar biaya unloading barang dan asuransi,
  • Menerima barang,
  • Mengurus dokumen impor, dan
  • Menanggung risiko selama barang di atas kapal.

Perbedaan CFR dan CIF

CFR dan CIF memiliki perbedaan pada bagian asuransinya. Kalau CFR tak menanggung biaya asuransi, tetapi CIF menyertakan asuransi dalam prosesnya. Singkatan dari CIF adalah Cost, Insurance, dan Freight.

Selain itu, CIF memiliki kewajiban yang lebih banyak, yaitu memastikan barang tiba dengan baik di pelabuhan tujuan. Seperti diketahui, CFR hanya memastikan barang sudah berada di kargo atau atas kapal. Jadi, segala hal yang terjadi di kapal bukan menjadi tanggung jawab CFR lagi. 

Itulah mengapa pembeli harus membayar biaya asuransinya sendiri apabila memanfaatkan CFR. Berbeda dengan CIF yang asuransinya sudah ditanggung oleh penjual. Itulah penjelasan mengenai CFR yang harus Anda tahu dalam perdagangan internasional.

Dalam proses CFR dan CIF, tentunya penjual tak mungkin melakukan semuanya sendiri. Penjual harus bekerja dengan beberapa pihak untuk memastikan kelancaran pengiriman barang sampai ke pembeli. 

Oleh sebab itu, di sini banyak sekali terbukanya peluang usaha baru. Contohnya, jasa untuk mengurus dokumen ekspor, menjadi jasa pengiriman, sampai pengangkut barang.

Penulis: Cahaya Muslim

Editor: Erlinda Sukmasari