Jika Anda membutuhkan referensi contoh bisnis model canvas, khususnya bisnis di sektor kuliner.  Ini adalah artikel yang tepat untuk dijadikan panduan Anda.

Melalui artikel ini, Anda akan memperoleh informasi tentang contoh bisnis model canvas untuk produk burger dan ayam geprek. Untuk UMKM hingga pelaku usaha yang baru merintis usahanya disarankan membaca artikel ini. 

Contoh Bisnis Model Canvas Makanan

Burger

Inaproduct – Untuk Anda yang berniat punya usaha kuliner yang menjual burger bisa menerapkan contoh bisnis model canvas berikut ini.

Customer Segments (Segmentasi Konsumen)

Target konsumen adalah orang-orang di kota besar, khususnya pekerja kantoran, mahasiswa, pelajar,  hingga pengusaha.

Value Proposition (Proposisi Nilai Konsumen)

Burger dibuat dengan bahan-bahan pilihan berkualitas, daging patty yang dibuat sendiri. Komposisi antara lemak dan daging dalam patty telah diseimbangkan sehingga menghadirkan rasa yang pas dan juicy. Ditambah  harga terjangkau sudah bisa mendapatkan burger dengan isian seperti keju, sayuran, dan roti bun,memberikan alternatif burger dengan rasa yang menarik.

Channels (Saluran)

Promosi mayoritas dilakukan secara online melalui media sosial, terutama Instagram dan Twitter. Sementara promosi offline dengan membagikan sampel makanan gratis bagi orang-orang di sekitar gerai.

Customer Relationship (Hubungan Konsumen)

Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menyediakan kotak saran di area penjualan. Disamping menjalin hubungan dengan pelanggan melalui media sosial dan mengadakan kuis hingga promo. 

Revenue Streams (Sumber Pendapatan)

Sumber utama pendapatan bisnis burger diperoleh dari penjualan menu-menu burger, baik secara offline maupun online melalui kerja sama dengan GoFood.

Key Resources (Sumber Daya)

Sejumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk beroperasi, yakni:

  • Peralatan masak seperti kompor, alat pemanggang, dan kulkas. 
  • Mesin kasir untuk transaksi. 
  • Pekerja yang kompeten untuk membuat burger. 
  • Lokasi tempat jualan yang strategis dan mudah dijangkau.

Key Activities (Aktivitas yang Dijalankan)

Sejumlah aktivitas yang menjadi kunci penting dalam bisnis burger adalah  proses memasak burger. Kegiatan utama lainnya adalah melakukan transaksi di tempat penjualan. Termasuk juga melayani pelanggan datang langsung, takeaway, dan pesan antar melalui aplikasi pemesanan makanan online (Go Food, Grab Food, Shopee Food). Selain itu, ada kegiatan penting yang dilakukan secara berkala, yakni uji coba (trial and error) untuk menu baru yang akan dilaunching setiap 2 atau 3 bulan sekali.

Key Partnerships (Kerja Sama)

Menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak untuk kelancaran produksi burger. Pihak tersebut seperti supplier daging sapi, sayur-sayuran, roti, pemasok keju, gas dan minyak goreng.  Selain itu, untuk mewujudkan pelayanan prima pada konsumen, maka juga bekerja sama dengan driver ojek online hingga penyedia layanan pembayaran.

Cost Structures (Struktur Biaya)

Rincian biaya yang dikeluarkan yakni untuk membeli bahan baku, sewa tempat jualan, dan menggaji karyawan.

Baca juga: Mengenal Bisnis Model Canvas dan Elemennya

Ayam Geprek 

Untuk Anda yang ingin menjalankan bisnis makanan ayam geprek  tentu contoh model bisnis canvas berikut ini bisa Anda jadikan sebagai inspirasi.

Customer Segments (Segmentasi Konsumen)

Rincian target market ayam geprek adalah pecinta makanan pedas, usia 14 – 20 tahun. Dengan cakupan kelompok generasi milenial dan generasi Z yang lebih besar.

Value Proposition (Proposisi Nilai Konsumen)

Terdapat dua macam pilihan ayam untuk bahan baku, yakni ayam kampung dan ayam broiler berkualitas tinggi. Jenis sambalnya juga beragam dan memiliki cita rasa khas. Dengan level kepedasan bervariasi. Adapun keunggulan yang membedakan dengan kompetitor adalah menjual paket nasi terpisah untuk yang ingin nambah nasi (belum kenyang).

Channels (Saluran)

Promosi dilakukan melalui media sosial seperti Instagram dan juga Twitter. Didukung  dengan promosi oleh influencer makanan untuk memperluas jangkauan promosi. Sementara untuk media offline berupa diskon 50% tanpa minimum pembelian. 

Customer Relationship (Hubungan Konsumen)

Selain memberikan layanan yang baik, cepat dan ramah. Cara lain yang digunakan untuk menjalin hubungan dengan konsumennya adalah menanggapi komplain dengan baik dan solutif. Ditambah dengan memberikan giveaway di moment tertentu serta memberikan promo diskon 10% setiap akhir bulan.

Revenue Streams (Sumber Pendapatan)

Untuk membuka usaha ayam geprek menggunakan modal pribadi pemilik. Sementara sumber utama pemasukan berasal dari, penjualan produk paket ayam geprek, penjualan snack, serta penjualan merchandise.

Key Resources (Sumber Daya)

Sejumlah sumber daya yang dibutuhkan usaha ayam geprek untuk bisa beroperasi adalah peralatan memasak seperti kompor hingga kulkas.  Lalu dibutuhkan juga mesin kasir untuk mencatat transaksi. Sedangkan sumber daya fisik, yaitu listrik dan lokasi tempat usaha yang strategis dan mudah dijangkau oleh pelanggan.

Key Activities (Aktivitas yang Dijalankan)

Aktivitas utama menjalankan bisnis ayam geprek, yakni:

  • Proses memasak ayam geprek dan sambal untuk dihidangkan. 
  • Melayani makan di tempat (dine in) dan takeaway. 
  • Mempertahankan cita rasa yang khas agar pelanggan lama melakukan pembelian kembali (repeat order), bertambah, dan bisa bersaing dengan kompetitor. 

Baca juga: 17 Peluang Usaha Rumahan Paling Cuan 2023

Key Partnerships (Kerja Sama)

Menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk mendukung kelancaran bisnis. Mulai dari pemasok ayam atau peternak ayam, beras, sayur, bumbu, hingga pemasok cabai  atau petani cabai. Sementara untuk memastikan ayam geprek sampai ke tangan konsumen, maka juga dijalin Kerjasama dengan driver ojek online. Tak lupa menggandeng mitra layanan pembayaran untuk memberikan kemudahan bagi konsumen.

Cost Structures (Struktur Biaya)

Biaya harian yang dikeluarkan adalah melakukan pengadaan peralatan dan bahan baku. Sementara untuk biaya bulanan yakni menyewa tempat usaha, gaji karyawan dan biaya test food untuk menu baru.

 Demikian contoh bisnis model canvas untuk beberapa jenis makanan. Untuk Anda yang ingin menjalankan bisnis makanan lainnya, tentu contoh diatas juga bisa Anda jadikan sebagai referensi dalam membuat model canvas untuk bisnis Anda.

Dari penjelasan contoh tersebut, selanjutnya Anda bisa buat pemetaan bisnis model canvas di sebuah bagan. Untuk memberikan gambaran lengkap tentang ide bisnis Anda. Sekaligus untuk lebih memperjelas alur dan arah bisnis Anda. Serta membantu Anda untuk menyusun prioritas dalam berbisnis. 

Penulis: Merita Ratih

Editor: Erlinda Sukmasari