dana darurat bisnis
Dana darurat bisnis

Sudah memiliki dana darurat bisnis? Bagi para pemilik bisnis, pandemi Covid-19 menjadi mimpi buruk. Banyak bisnis terpaksa gulung tikar dan terlilit hutang besar. Bahkan, pandemi Covid-19 menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi alias resesi. Dampaknya dirasakan oleh semua sektor industri.

Pada saat seperti inilah dana darurat sangat Anda butuhkan. Anda mungkin memiliki dana darurat pribadi. Jika Anda lajang, para ahli keuangan menyarankan Anda memiliki dana darurat setara tiga–enam bulan pengeluaran. Sebaliknya, jika Anda berkeluarga, sebaiknya dana darurat Anda setara 12 bulan pengeluaran.

Sebagai pemilik bisnis, sudah seharusnya Anda memiliki dana darurat bisnis. Lalu, apa bedanya dengan dana darurat pribadi? Berapa besaran dana yang harus Anda miliki? Baca artikel ini sampai habis untuk mengetahuinya.

Apa Itu Dana Darurat Bisnis?

Dana darurat bisnis adalah dana cadangan yang Anda sisihkan untuk keperluan bisnis. Dana ini sebaiknya dalam bentuk tunai sehingga mudah diakses ketika Anda membutuhkannya. Menurut ahli keuangan, sebaiknya Anda memiliki dana darurat bisnis setara dengan 10–30% dari total pendapatan tahunan.

Ini setara dengan pengeluaran bisnis Anda selama tiga–enam bulan. Bisa Anda lihat, secara teori jumlahnya tak jauh berbeda dengan rumus dana darurat pribadi. Namun, tentu saja jumlahnya jauh lebih besar dibanding pengeluaran pribadi Anda dan keluarga. 

Dana darurat hanya dapat Anda gunakan untuk kebutuhan darurat.

  • Memperbaiki atau mengganti alat-alat produksi.
  • Pengeluaran tak terduga.
  • Membayar gaji pegawai ketika bisnis sedang lesu.
  • Bisnis yang terpaksa tutup karena pandemi, bencana alam, kerusuhan, atau sebab lainnya.
  • Biaya produksi yang melampaui penghasilan.
  • Gangguan rantai pasok yang memengaruhi arus kas dan produksi Anda.

Memiliki dana darurat bisnis harus menjadi salah satu prioritas Anda. Terutama ketika kondisi ekonomi serba tak pasti seperti saat ini. Ketika Amerika mengalami resesi ekonomi pada tahun 2008, UMKM menjadi yang paling terdampak. Separuhnya mengalami kegagalan.

Padahal, UMKM menjadi sektor yang paling berkembang pesat dibanding industri skala besar. Gulung tikarnya UMKM membuat jumlah lapangan kerja menurun drastis. Pengangguran meningkat yang membuat daya beli konsumen juga surut tajam. Ini sangat memengaruhi perputaran ekonomi dalam negeri.

Baca juga: Ini 5 Cara Mempertahankan Bisnis Anda Ketika Resesi

Manfaat Dana Darurat Bisnis

Jaminan Rasa Aman

Selalu ada hal tak terduga ketika Anda menjalani bisnis. Misalnya, Anda tiba-tiba jatuh sakit sehingga kurang dapat menjalankan bisnis. Atau, penjualan menurun karena terjadi resesi ekonomi. Bahkan, sesederhana peralatan masak Anda rusak padahal Anda berbisnis katering. 

Semua hal tak terduga ini mendesak dan membutuhkan dana tak sedikit. Karena itulah, dana darurat akan membantu Anda mengatasi hal-hal tersebut. Adanya dana darurat bisnis membuat Anda merasa lebih aman ketika menjalani bisnis.

Bisnis Tetap Berjalan dengan Baik

Terjadi resesi ekonomi? Rantai pasok terhambat? Atau, bahan baku langka sehingga Anda terpaksa berhenti produksi? Padahal, dalam berbisnis, ada dana yang harus tetap keluar walau bisnis sedang lesu. Mulai dari biaya listrik, air, gaji pegawai, hingga biaya sewa toko dan gudang.

Bisnis Anda tetap dapat berjalan dengan baik jika memiliki dana darurat. Dana darurat bertindak sebagai bahan bakar yang memastikan Anda tetap dapat melakukan produksi.

Tabungan dan Dana Pribadi Tetap Utuh

Ketika terjadi pengeluaran tak terduga, beberapa pebisnis seringkali terpaksa menghabiskan tabungannya. Bahkan, dana pribadinya ikut terpakai membiayai bisnisnya. Padahal, Anda memiliki kehidupan di luar kegiatan bisnis. Anak-anak tetap harus sekolah. Cicilan rumah harus tetap dibayar.

Sebaliknya, jika memiliki dana darurat bisnis, tabungan dan dana pribadi Anda dipastikan utuh. Keuangan rumah tangga Anda tak terganggu walau bisnis Anda terguncang.

Cara Mengumpulkan Dana Darurat Bisnis

Tetapkan Jumlah

Hitung berapa rata-rata pengeluaran bisnis Anda tiap bulannya. Kalikan dengan enam. Angka itulah yang harus Anda capai. Kumpulkan perlahan-lahan saja. Jika sudah tercapai, Anda tetap dapat menambahkannya untuk menjamin rasa aman. Ingat, dana darurat berbeda dengan tabungan. Semakin besar jumlahnya tak akan merugikan Anda.

Tetapkan Lokasi Penyimpanan

Pisahkan rekening operasional dengan rekening untuk menyimpan dana darurat. Anda dapat mengatur autodebit sehingga dana terkumpul pasti setiap bulannya. Namun, Anda dapat menyisihkan uang lebih besar lagi jika bisnis sedang berjalan sangat baik. 

Konsisten

Pastikan Anda tetap konsisten menyisihkan dana darurat sedikit demi sedikit. Tak masalah jika setiap bulan nilai yang Anda sisihkan jumlahnya kecil. Ingat, lebih baik mengumpulkan sedikit demi sedikit dibanding tidak sama sekali. 

Baca juga: Ini 10 Istilah Bisnis yang Wajib Kamu Tahu

Bagaimana Jika Bisnis Saya Masih Memiliki Hutang?

Hutang bukan alasan untuk tidak mulai mengumpulkan dana darurat. Selain itu, jika jumlah hutang besar, Anda membutuhkan waktu yang lama untuk melunasinya. Sementara kondisi tak terduga dapat menimpa bisnis Anda kapan saja. Oleh karena itu, prioritaskan menyisihkan pendapatan untuk mengumpulkan dana darurat.