Tahukah Anda bahwa Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) berperan penting bagi keberlangsungan usaha UMKM? Simak artikel berikut untuk membantu Anda memahami lebih baik sekilas mengenai HAKI.

Pengertian HAKI 

Inaproduct – HAKI merupakan hak eksklusif yang diberikan kepada individu atau sekelompok orang atas karya cipta. Adapun karya cipta yang dimaksud adalah hasil olah pikir manusia di berbagai bidang. Contohnya ide usaha UMKM Anda yang proses menemukannya memerlukan pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya. 

Dari jerih payah yang dilakukan, hak atas kekayaan intelektual diperlukan demi keberlanjutan bisnis Anda. Hak atas kekayaan intelektual juga bermanfaat untuk menjaga orisinalitas sebuah bisnis.

Ide bisnis ataupun produk yang didaftarkan HAKI menjadi pembeda dengan produk pesaing. Sehingga sulit untuk ditiru. Ini membuat bisnis Anda memiliki nilai tambah di masyarakat. Dengan demikian, adanya hak atas kekayaan intelektual membantu Anda menikmati nilai ekonomi ide usaha.

Manfaat HAKI 

Melindungi Hak Pencipta 

Manfaat yang pertama adalah memberikan perlindungan hukum pada pencipta baik dalam maupun luar negeri. Perusahaan maupun UMKM yang terdaftar memiliki citra positif sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Anda dapat menjalankan usaha dengan tenang tanpa adanya gangguan dari pihak luar.

Mengantisipasi Pelanggaran Kekayaan Intelektual 

Saat ini kegiatan copy-paste bisnis bukan lagi hal yang langka. Banyak pebisnis yang meniru usaha kompetitornya untuk mendapatkan keuntungan lebih cepat dan mudah. Padahal sudah jelas bisnis yang demikian sangat merugikan orang lain.

Oleh sebab itu, dengan mendaftar HAKI Anda bisa mengantisipasi pelanggaran intelektual di kemudian hari. Karena usaha atau ide Anda sudah diakui secara legal di mata hukum. Sehingga orang lain akan berpikir dua kali jika ingin berlaku curang dengan karya Anda. 

Memperluas Pangsa Pasar 

Terakhir, mendaftarkan usaha atau produk menjadi bukti bahwa produk Anda berkualitas tinggi. Produk atau usaha Anda bisa masuk pasar berskala besar dan bersaing dengan kompetitor lainnya. Tanpa disadari akan terjadi persaingan sesama pebisnis dalam menghasilkan karya terbaik. 

Baca juga: Ini 17 Izin Usaha di Indonesia, UMKM Harus Tahu!

Jenis-jenisnya 

Merujuk pada laman Kementerian Perdagangan, hak atas kekayaan intelektual dibagi menjadi dua jenis. Pertama hak cipta dan kedua adalah hak kekayaan industri.

Hak Cipta 

Ini adalah hak eksklusif pencipta untuk mempublikasikan atau memperbanyak karyanya tanpa mengurangi batasan hukum yang berlaku.

Hak Kekayaan Industri 

Sebuah hak yang mengatur segala sesuatu milik perindustrian dan melindungi kegiatan industri dari plagiasi. Hak industri sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yakni

  • Paten,
  • Merek,
  • Desain industri,
  • Varietas tanaman,
  • Rahasia dagang, dan,
  • Desain tata letak sirkuit terpadu.

Baca juga: Aman dari Sidak! Ini Cara Mendapatkan Izin Edar BPOM

Cara Mendaftarkan Merek Dagang 

Ide bisnis yang bisa Anda jadikan peluang usaha bisa sia-sia tanpa merek dagang. Hal ini disebabkan produk atau jasa Anda ditiru oleh pebisnis lainnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut Anda bisa mendaftarkan merek dagang baik secara online maupun offline. Berikut cara mendaftar secara online

  • Melakukan registrasi akun pada laman https://merek.dgip.go.id/
  • Klik tombol “buat permohonan baru”,
  • Memesan kode billing melalui http://simpaki.dgip.go.id/,  
  • Klik “merek dan indikasi geografis pada menu jenis pelayanan” dan pilih usaha mikro dan usaha kecil atau umum,
  • Pilih opsi “secara elektronik”,
  • Isi data yang diminta dan lakukan pembayaran PNBP via ATM, m-banking dan lainnya,
  • Buat akun dan log in kembali menggunakan nama dan password,
  • Klik “permohonan online”, pilih tipe permohonan, masukkan kode billing yang telah dibayarkan,
  • Isi data pemohon beserta data merek dan unggah lampiran dokumen persyaratan, 
  • Terakhir, klik tombol “selesai”.

Sekarang, daftar merek dagang telah berhasil dan Anda siap berbisnis. 

Penulis: Fathria Dian

Editor: Erlinda Sukmasari