Tertarik punya bisnis di sektor horeka? Ada berbagai jenis sektor usaha yang bisa menjadi ide bisnis atau UMKM untuk Anda.

Namun, jika Anda berkeinginan untuk memiliki usaha di bidang makanan dan minuman, ini menjadi jawabannya. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian, horeka jenis, hingga contohnya.

Apa Itu Horeka

Inaproduct – Horeka merupakan akronim dari Hotel, Restoran dan Kafe. Mulanya, Horeka berkembang pesat di Eropa dan kini telah berkembang di segala penjuru dunia. 

Sektor bisnis horeka mempunyai peran penting dalam menambah peluang pekerjaan. Bisnis ini juga bisa mendukung sektor bisnis lainnya, salah satunya adalah pariwisata.

Berbicara soal peluang, tentunya sektor ini memiliki peluang usaha yang luas. Sektor ini mampu menghasilkan omset bisnis mulai dari puluhan hingga miliaran rupiah.

Baca juga: Apa Itu Supplier Sourcing

Jenis-jenis Horeka

Hotel

Seperti yang sudah kita ketahui, hotel adalah bisnis yang bergerak di bidang jasa penginapan. Bukan hanya itu, untuk menunjang fasilitas pengunjung, biasanya hotel menyediakan restoran dan kafe.

Restoran

Restoran merupakan bisnis yang bergerak di bidang pelayanan makanan dan minuman. Umumnya, restoran memperhatikan aspek-aspek penting untuk menunjang kualitas dan pelayanannya. Contohnya bahan baku makanan dan minuman yang berkualitas dan segar, pelayanan ramah, alat makan yang bersih, dan lain-lain.

Kafe

Kafe terkenal dengan sajian kopi dan anak muda. Kafe sering dijadikan tempat untuk bercengkrama, santai atau bahkan bekerja.

Suasana kafe umumnya di dekorasi seunik mungkin. Contohnya, kafe yang didekorasi dengan nuansa alam, nuansa retro dan sebagainya. Hal ini bertujuan untuk membuat pelanggan agar betah, nyaman dan tertarik untuk berkunjung.

Contoh Horeka

PT. Ajinomoto

Pt. Ajinomoto terkenal dengan produk bahan tambahan pangan. Walaupun begitu, PT. Ajinomoto telah berfokus untuk bekerjasama dengan sektor ini sebagai supplier bumbu umami atau MSG. Langkah yang dilakukan PT. Ajinomoto tentunya untuk memperluas peluang usaha mereka. Sektor ini pastinya membutuhkan penggunaan MSG untuk sajian makanan.

Hotel Grand Hyatt Jakarta

Hotel Grand Hyatt yang berada di Jakarta Pusat terkenal dengan fasilitasnya yang bintang 5. Hotel Grand Hyatt merupakan contoh bisnis yang bergerak di sektor food and beverage ini.

Cafe Batavia

Cafe Batavia mampu menarik pelanggan karena memberikan nuansa layaknya bangunan Belanda tempo dulu. Cafe Batavia termasuk dalam bisnis yang bergerak di sektor Horeka.

Baca juga: Panduan Menjadi Supplier untuk Pemula

Cara Menjadi Supplier Horeca

Tentukan Produk atau Bahan Baku yang Ingin Ditawarkan

Anda perlu menentukan produk atau bahan baku yang ingin ditawarkan ke sektor bisnis hotel, restoran, dan kafe ini. Anda perlu memperhatikan kualitas produk dan bahan baku. Semakin bagus kualitasnya, semakin bagus penawarannya.

Riset Harga Kompetitor

Lakukan riset harga dari kompetitor. Hal ini bertujuan agar Anda bisa menentukan harga yang bersaing. Bagi pemilik bisnis, harga merupakan penentu. Tentukanlah harga yang wajar serta berikanlah pelayanan terbaik.

Melakukan Prospek Penawaran

Anda dapat membuat catatan atau daftar bisnis-bisnis horeka. Hal ini memudahkan Anda untuk melakukan prospek penawaran. Anda bisa melakukan penawaran dengan mengirim email dan telepon.

Anda juga bisa menghadiri acara bisnis horeka dan menjalin komunikasi kepada para pemilik bisnis. Jika komunikasi yang Anda jalin semakin dekat dan sefrekuensi, Anda mempunyai peluang untuk melakukan penawaran.

Melakukan Kegiatan Promosi

Promosi merupakan langkah penting jika Anda ingin menjadi supplier horeka. Anda bisa melakukan promosi media sosial dan beriklan. Anda juga bisa mengatur rangkaian promosi yang sesuai dengan bisnis Anda.

Door to Door

Anda bisa menawarkan diri menjadi supplier secara door to door. Cara ini cukup efektif dan telah banyak dilakukan oleh para pelaku usaha UMKM. Pertama, tentu saja Anda harus membawa sampel produk. Kedua, Anda membawa proposal penawaran dan company profile.

Pastikan juga bahwa Anda siap mendapat kunjungan bisnis dari calon buyer. Biasanya, hal ini umum dalam B2B. Calon buyer ingin melihat proses pengolahan produk Anda, kebersihan dan sanitasinya, hingga kualitas bahan bakunya. Tunjukkan bahwa Anda memiliki kapabilitas untuk menjadi supplier.

Penulis: Shabana Azzahra

Editor: Erlinda Sukmasari