cara mempertahankan bisnis ketika resesi
Cara Mempertahankan Bisnis Ketika Resesi

Sudah dengar tentang ancaman resesi? Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, mengungkapkan bahwa Indonesia harus waspada dengan ancaman terjadinya resesi. Hal ini membuat Anda khawatir, terutama bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

Dalam artikel ini kami akan membahas bagaimana agar Anda dapat mengurangi dampak resesi. Terutama bagi Anda yang memiliki bisnis.

Apa Itu Resesi?

Resesi adalah kondisi saat Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami penurunan. Kondisi ini dapat terjadi ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Menurut The National Bureau of Economic Research (NBER), resesi merupakan penurunan signifikan dalam aktivitas ekonomi yang berlangsung lebih dari beberapa bulan. Resesi dapat dilihat dari

  • PDB riil,
  • pendapatan riil,
  • lapangan kerja,
  • produksi industri, dan
  • penjualan grosir-eceran yang mengalami penurunan.

Apa Penyebab Resesi?

Dikutip dari Forbes Advisor, ada beberapa fenomena yang menjadi pendorong utama terjadinya resesi, yaitu:

Guncangan Ekonomi secara Mendadak

Guncangan ekonomi dapat menimbulkan kerugian finansial yang serius. Contohnya ketika wabah Covid-19 menyerang secara tiba-tiba. Akibatnya, sektor perekonomian ikut terdampak.

Utang yang Berlebihan

Resesi dapat terjadi ketika individu atau bisnis terlalu memiliki banyak utang. Utang yang terlalu banyak merusak pertumbuhan ekonomi. Apalagi jika terjadi kegagalan pembayaran utang.

Hal inilah yang menyebabkan tumbuhnya default utang atau yang bisa disebut wanprestasi. Default utang merupakan kegagalan membayar hutang termasuk bunga atau pokok pinjaman. Fenomena ini akan menimbulkan kebangkrutann.

Inflasi yang Terlalu Tinggi

Inflasi merupakan tren kenaikan harga dari waktu ke waktu. Resesi terjadi jika inflasi naik terlalu tinggi. Apabila harga-harga melonjak, individu maupun bisnis akan mengurangi pengeluaran. Pertumbuhan ekonomi melambat sehingga menyebabkan resesi.

Terlalu Banyak Deflasi

Berlawanan dari inflasi, deflasi terjadi ketika harga mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Pertumbuhan ekonomi melambat akibat orang-orang yang tidak mampu membeli. Bahkan perusahaan dapat gulung tikar dan orang-orang yang berutang menjadi gagal bayar.

Perubahan Teknologi

Adanya teknologi ini tidak hanya menimbulkan dampak positif, tetapi juga berdampak negatif. Kehadiran teknologi banyak membuat beberapa profesi tergantikan dengan tenaga mesin, sehingga banyak orang yang kehilangan pekerjaannya. Fenomena banyaknya pengangguran akibat kehadiran teknologi inilah salah satu hal yang dapat memicu resesi.

Baca juga: RFQ: Fitur Tawar Menawar Versi Digital

Cara Menghadapi Resesi

Agar bisnis Anda mampu bertahan, berikut beberapa tips dalam menghadapi resesi.

Perbanyak Dana Darurat Bisnis

Dana darurat bisnis adalah dana yang Anda sisihkan untuk keperluan berbisnis. Dana ini hanya dapat Anda gunakan jika terdesak, bisnis sedang lesu, atau ketika mencari peluang baru. Contoh penggunaan dana ini adalah jika omzet Anda menurun sehingga biaya operasional tidak tertutupi.

Anda dapat menggunakan dana darurat bisnis untuk membayar gaji karyawan, melakukan produksi, dan lain-lain. Sisihkan dana darurat secara berkala, sebanyak 10–30% total pendapatan tahunan Anda di bank. Dana darurat juga harus mudah diakses sehingga siapkan juga sebagiannya dalam bentuk tunai.

Memotong Anggaran

Apakah ada dana yang bisa dihemat? Apakah ada pengeluaran yang bisa dihilangkan? Segera perbaiki perencanaan keuangan Anda dan potong anggaran sebisa mungkin. Buat beberapa skenario terburuk berkaitan dengan bisnis Anda dan siapkan rencana untuk mengatasinya. 

Lunasi Utang 

Utang adalah kewajiban yang harus dibayarkan. Sebelum keadaan ekonomi memburuk, pastikan Anda telah melunasi utang. Sebab, jika ekonomi memburuk, Anda akan lebih kesulitan dalam membayarnya. Bila perlu, Anda dapat melakukan restrukturisasi utang. 

Audit Marketing

Ketika berbisnis, Anda memiliki tim pemasaran yang melakukan berbagai strategi. Beberapa strategi berhasil, beberapa lainnya masih belum berhasil. Sebaiknya, hentikan aktivitas marketing yang belum berhasil. Fokus pada aktivitas marketing yang benar-benar menunjukkan hasil dan mendongkrak penjualan Anda.

Baca juga: Jangkau Lebih Banyak Buyer dengan Inaproduct

Tingkatkan Retensi Pelanggan

Retensi pelanggan adalah cara Anda mempertahankan pelanggan dan membuatnya melakukan pembelian berulang. Ketika isu resesi muncul, pelanggan Anda akan lebih banyak menyimpan uang dan menahan pembelian. Hal ini akan berdampak pada bisnis Anda. Namun, jika Anda mampu memuaskan pelanggan, mereka akan terus membeli dari bisnis Anda.