UMKM harus mengambil peluang ekspor. Kegiatan ekspor sangat bermanfaat bagi keberlanjutan bisnis UMKM

Apakah UMKM Bisa Melakukan Ekspor?

Inaproduct – Keterlibatan UMKM dalam bisnis ekspor memberi banyak manfaat bagi negara. Jika ada pertanyaan dapatkah UMKM menembus pasar ekspor? Maka jawabannya, sangat bisa! 

Peluang UMKM menembus pasar ekspor sangat besar. Selain pangsa pasarnya memang ada, hal ini juga tak lepas dari potensi produk-produk UMKM. Ditambah lagi, nilai ekspor terus mengalami peningkatan yang signifikan. Dalam kurun tiga tahun terakhir yakni tahun 2010 hingga 2022.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2020 nilai ekspor indonesia mencapai US$163.191,8 juta. Pada 2021 nilai ekspor mencapai US$231,54 miliar. Angka ekspor mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2020 yaitu sebesar  41,88%. 

Sementara pada tahun 2022 nilai ekspor mencapai US$291,98 miliar. Angka ini naik 26,07% dibanding periode yang sama tahun 2021. Tentunya peluang ini memperkuat alasan mengapa UMKM harus ikut ekspor. 

Bagaimana Cara UMKM Ekspor?

Menyiapkan Dokumen Ekspor dan Legalitas Usaha 

Dokumen ekspor yang harus disiapkan oleh eksportir, meliputi 

  • Invoice, 
  • Packing list, dan
  • Dokumen bill of lading yang dibuat oleh shipping company atau airway bill dibuat untuk pengiriman lewat udara.  

Sementara dokumen legalitas bagi UMKM jika ingin melakukan ekspor adalah sebagai berikut.

  • TDP (Tanda Daftar Perusahaan) dan SIUP (Surat Izin Perdagangan). Diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten/Kota.
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Diurus ke Kantor Pelayanan Pajak.
  • NIK (Nomor identitas Kepabeanan) diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bea & Cukai.

Menentukan Cara Ekspor

Ada dua cara ekspor barang, yaitu ekspor langsung dan tidak langsung. Ekspor langsung berarti melakukan penjualan produk langsung ke pembeli di luar negeri. Ini dilakukan melalui website atau bergabung dengan marketplace. Semetara ekspor tidak langsung berarti pemasaran produk dilakukan dengan bantuan pihak ketiga.

Baca juga: Mengenal Jasa Freight Forwarding

Memanfaatkan Fasilitas Ekspor untuk UMKM

Situs Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) merupakan fasilitas untuk mengakses informasi tentang kegiatan ekspor. Mulai dari permintaan ekspor suatu produk, ringkasan pasar, hingga intelijen pasar suatu produk.

Melalui situs ini UMKM juga bisa mencari tahu kegiatan seperti pameran atau business matching yang digelar pemerintah. Tujuannya untuk memfasilitasi pelaku bisnis di Indonesia agar lebih mudah bertemu buyer global. 

Memanfaatkan Media Sosial

Pelaku UMKM bisa menjalankan iklan dengan menargetkan pasar internasional di Google, Facebook, dan Instagram. Cara ini cukup efektif untuk mempromosikan produk yang Anda ke pasar global dengan budget terjangkau.  

Produk Unggulan yang Berpeluang Ekspor

Berikut daftar 10 produk atau komoditas utama yang bisa jadi peluang usaha ekspor bagi UMKM.

  • Udang,
  • Kopi,
  • Minyak kelapa sawit,
  • Kakao,
  • Karet dan produk karet,
  • TPT (tekstil dan produk tekstil),
  • Alas kaki,
  • Elektronika,
  • Komponen kendaraan bermotor, dan
  • Furniture.

Baca juga: Cara Menghitung Biaya Ekspor dan Jenis Pembiayaannya

Jasa Undername untuk UMKM yang Ingin Ekspor

UMKM yang ingin melakukan ekspor bisa memanfaatkan jasa undername untuk keperluan perizinan. Jasa undername adalah jasa meminjamkan izin ekspor yang dimiliki oleh pihak ketiga. Pihak ketiga ini yang belum memiliki izin untuk melakukan kegiatan ekspor impor..

Selain meminjamkan perizinan, jasa undername juga menyediakan layanan lain.

  • Membuat dokumen eksportir yang ditujukan kepada perusahaan pelayaran (shipping instruction). Untuk keperluan booking ruang kapal atau memberi  perintah pengapalan.
  • Melaksanakan kegiatan kepabeanan, seperti membuat invoice, PEB, dan NPE
  • Melaksanakan keberangkatan barang ekspor dari gudang penjual ke pelabuhan, setelah mendapatkan NPE.
  • Menjalankan proses administrasi pengiriman barang (customs clearance) ke area kepabeanan.
  • Membuatkan dokumen ekspor yang dibutuhkan seperti Packing List, Bill of Lading, hingga SKA/COO.

Ada beberapa dokumen yang perlu disiapkan untuk menggunakan jasa undername ekspor, seperti: 

  • Invoice penjualan atau pembelian dari produsen, 
  • Packing list, 
  • Booking notice (bukti pemesanan kapal), 
  • Nomor Induk Berusaha (NIB),
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),
  • Surat karantina untuk barang non-genco,
  • Surat MSDS untuk barang yang mengandung bahan kimia,
  • Packing SNI,
  • Dokumen izin usaha  sebagai bukti badan atau perusahaan resmi dan legal, dan .
  • Keterangan izin ekspor dari departemen bersangkutan (untuk barang dan jumlah tertentu).

Penulis: Merita Ratih

Editor: Erlinda Sukmasari