Bisnis ritel sudah tidak asing bagi kebanyakan orang. Saat ini, sudah banyak yang melakukannya. Mereka yang membuka usaha ini sering berada di sekitar Anda.

Apa itu Ritel?

Inaproduct – Biasanya, Anda akan membeli produk kebutuhan sehari-hari di bisnis ritel ini. Sebab, ritel mengizinkan Anda untuk membeli barang dalam jumlah yang sedikit.

Berbeda lagi dengan bisnis grosir yang menjual barang dalam jumlah besar. Selain itu, bisnis ini juga berhubungan langsung dengan pembeli barang. Sementara itu, grosir biasanya berhubungan dengan pedagang yang ingin menjual barang kembali.

Ritel atau dikenal juga sebagai retail adalah bisnis yang penjualan barangnya dilakukan secara satuan atau eceran. Bisa juga diartikan sebagai usaha bersama dalam bidang perniagaan dalam jumlah kecil kepada pengguna akhir.

Bisnis retail ini bisa disebut juga sebagai eceran. Artinya, secara satu-satu atau sedikit dalam membeli atau menjual barang.

Pada umumnya, pembeli yang membeli barang secara satuan itu digunakan untuk kebutuhan sendiri atau tidak dijual kembali. Itulah mengapa bisnis retail ini sering berada di lingkungan sekitar yang padat penduduk. 

Sebab, target pasar dari bisnis ini memang pembeli yang aktif dalam kegiatan di rumah tangga. Kebutuhan-kebutuhan yang biasanya digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Apa Saja Contoh Bisnis Retail?

Contoh-contoh dari bisnis ritel ini adalah tempat Anda membeli barang. Di mana Anda biasanya membeli barang untuk digunakan atau dikonsumsi? Itulah yang termasuk ke dalam contoh retail.

Supermarket

Supermarket termasuk ke dalam bisnis retail. Sebab, produk yang dijual di sana bisa dibeli dalam jumlah satuan. Supermarket adalah toko besar yang menjual berbagai macam kebutuhan.

Minimarket

Berbeda dengan supermarket, barang yang tersedia di minimarket jauh lebih sedikit. Pada umumnya, minimarket lebih banyak menjual kebutuhan pokok rumah tangga, seperti sembako atau perlengkapan mandi.

Toko Kelontong

Biasanya, toko kelontong banyak dijalankan oleh tetangga Anda sendiri. Toko kelontong membantu Anda tidak perlu pergi jauh-jauh untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari. 

Warung Sembako

Hampir mirip dengan toko kelontong, warung sembako menyediakan produk pokok. Seperti beras, minyak, dan sebagainya. 

Karakteristik Ritel

  • Menjual barang secara satuan,
  • Mudah ditemukan di lingkungan sekitar,
  • Menjual kebutuhan pokok sehari-hari untuk rumah tangga, dan
  • Menjual langsung kepada konsumen.

Perbedaan Ritel dan Reseller

Perbedaan yang paling terlihat dari retail dan reseller adalah barang yang dijualnya. Selain itu, terletak pada sistem penjualannya. Retail biasanya menjual kebutuhan pokok untuk rumah tangga. 

Akan tetapi, reseller bisa menjual barang-barang yang tidak ada di retail. Kemudian, saat ini, kebanyakan reseller berbasis online. Jadi, mereka membeli barang via online. Setelah itu, mereka menjual barang dengan menaikkan harga dari barang yang sudah dibeli secara online.

Mereka pun mendapatkan keuntungan dari selisih harga barang tersebut, Namun, retail berbeda. Ritel biasanya membeli barang dalam jumlah besar terlebih dahulu untuk dijual kembali. Contohnya, retail membeli beras satu karung dari supplier. Nantinya, beras tersebut dijual per liter kepada pembeli.

Baca juga: Supplier: Pengertian, Tugas, Cara Kerja, Jenis, dan Kriterianya

Cara Menjadi Supplier untuk Ritel

Melihat makin menjamurnya bisnis retail, hal ini bisa menjadi peluang usaha untuk Anda menjadi supplier. Seperti diketahui, supplier artinya adalah pemasok barang untuk bisnis retail. 

Sebagai supplier, Anda harus menyediakan barang-barang dalam jumlah besar untuk dijual kembali oleh bisnis retail.

Selain itu, bisnis retail juga menjadi peluang yang menggiurkan bagi UMKM. Anda bisa meletakkan produk Anda di retail-retail yang diketahui. Namun, tentunya harus melewati berbagai tahapan.

Membangun Jaringan

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membangun jaringan. Maksudnya, berinteraksilah dengan banyak orang. Mulai dari pihak-pihak pemilik bisnis retail sampai produsen.

Dengan membangun jaringan ini, Anda akan mengetahui segala detailnya, seperti produk seperti apa yang dibutuhkan dan bagaimana teknisnya agar bisa memasok barang di retail.

Membuat Daftar Barang yang Dibutuhkan

Sebagai supplier, Anda harus mengetahui barang apa saja yang paling dibutuhkan oleh bisnis retail. Buatlah daftar barang seperti sembako, kelontong, dan sebagainya.

Memenuhi Barang Langsung dari Pabriknya

Hal berikut yang bisa dilakukan untuk menjadi supplier adalah dengan memenuhi barang kebutuhan retail secara langsung dari pabriknya. 

Mengajukan Diri Secara Langsung

Sebagai UMKM, Anda dapat mengajukan diri secara langsung untuk menjadi supplier bagi toko-toko retail. Anda dapat datang sambil membawa proposal, company profile, dan sampel produk. Pihak retail akan mencoba dulu produknya. Lalu, memutuskan apakah produk Anda cocok atau tidak dengan target marketnya.

Baca juga: Apa Itu Konsinyasi? Ini Penjelasannya!

Prosesnya biasanya tak cepat. Dapat berlangsung dalam beberapa minggu bahkan hitungan bulan. Selain itu, kebanyakan pihak retail menawarkan sistem kerja sama konsinyasi. Inilah yang kadang memberatkan UMKM karena perputaran uangnya berjalan lambat. Namun, dengan masuk ke retail, produk Anda dapat dipasarkan lebih luas.

Inilah pentingnya untuk membangun jaringan agar Anda bisa mendapatkan koneksi bagaimana cara mendapatkan produk langsung dari pabrik. Itulah penjelasan mengenai bisnis retail. Apakah Anda tertarik untuk menjadi suppliernya?

Penulis: Cahaya Muslim

Editor: Erlinda Sukmasari