Ketika mendirikan bisnis dan memiliki produk, ada hal-hal yang harus Anda lakukan. Salah satunya adalah menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Contonya adlaah SNI (Standar Nasional Indonesia).

Apa Itu SNI

Inaproduct – SNI atau Standar Nasional Indonesia adalah standar yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). SNI mengatur syarat teknis, kualifikasi, dan kompetensi yang berkaitan dengan

  • Barang,
  • Jasa,
  • Sistem, 
  • Proses, dan 
  • Personal.

Dengan adanya SNI, konsumen dapat melihat tolok ukur kualitas sebuah produk. Contohnya ketika konsumen membeli helm. Sejak pemerintah mewajibkan helm berstandar SNI, konsumen cenderung memilih helm SNI. Alasannya karena jaminan kualitas.

Helm berstandar SNI lebih aman melindungi pengendara motor. Hel ini juga membantu menekan angka kematian akibat kecelakaan. Sebaliknya, helm yang belum berstandar SNI dapat Anda pertanyakan kualitasnya.

Ciri-ciri produk berstandar SNI dapat Anda lihat dari stempelnya. Stempel ini muncul pada produk yang sudah diproduksi sesuai standar. Selain itu, stempel ini juga menjamin kualitas dan kelayakan produk. 

Manfaat SNI

Manfaat standardisasi ini tak hanya berguna untuk konsumen ketika memilih produk. Bagi produsen, adanya standardisasi ini menjadi nilai tambah bagi produk. Produk dengan standar dan kelayakan tertentu jelas lebih dipilih. 

Baca juga: 5 Tips Sukses Menjadi Supplier Packaging

Produk Pangan Wajib SNI

Anda mungkin belum tahu bahwa tak hanya benda-benda seperti helm saja yang memerlukan standardisasi ini. Produk seperti makanan juga membutuhkan SNI. Adanya standardisasi untuk produk pangan memastikan keamanan konsumen. Terutama, dari risiko keracunan makanan.

Tak semua produk pangan wajib memiliki standardisasi ini. Pendaftaran beberapa produk pangan bersifat sukarela. Selain itu, standardisasi menjadi penting karena 90% produk pangan di Indonesia masih diproduksi UMKM. Tanpa standar dan pengawasan ketat, risiko yang merugikan konsumen jadi tinggi.

Produk pangan yang harus memenuhi standardisasi ini adalah

  • Air mineral,
  • Air demineral,
  • Air mineral alami,
  • Air minum dalam kemasan,
  • Air minum embun,
  • Pemanis buatan,
  • Biskuit,
  • Garam konsumsi,
  • Garam konsumsi beryodium,
  • Gula kristal,
  • Coklat bubuk,
  • Kopi instan,
  • Minyak goreng sawit,
  • Makerel dan sarden kaleng,
  • Tepung terigu, dan 
  • Tuna kalengan.

Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang ragu untuk mendaftarkan produknya agar sesuai standar. Ini karena biaya pengurusan stempel SNI dapat mencapai puluhan juta rupiah. Angka ini tentu memberatkan UMKM.

Baca juga: Apa Itu Ecommerce Enabler dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Cara Mendapatkan SNI

Cara mendapatkan stempel ini adalah dengan mendaftar ke Lembaga Sertifikasi Produk Pusat Standardisasi (LSPro-Pustan). Tahapannya adalah sebagai berikut.

Isi Formulir Permohonan

Anda perlu mengisi Formulir Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (FSPPT). Prosesnya biasanya berlangsung satu hari. Anda juga perlu memberikan beberapa lampiran seperti

  • Fotokopi sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000.
  • Sertifikat dari LSSM negeri asal produk, jika produk tersebut impor.

Verifikasi Permohonan

LSPro-Pustan akan melakukan verifikasi permohonan Anda. Proses ini dapat berlangsung selama satu hari. Setelah verifikasi selesai, Anda akan menerima invoice berisi rincian biaya untuk mendapatkan SNI.

Audit Sistem Manajemen Mutu Produsen

LSPro-Pustan akan melakukan pengecekan mengenai kesesuaian penerapan manajemen mutu pada bisnis Anda. Prosesnya dapat berlangsung selama lima hari. Jika bisnis Anda belum sesuai penerapan mutunya, Anda dapat memperbaikinya dalam waktu dua bulan.

Pengujian dan Penilaian Sampel Produk

LSPro-Pustan akan datang ke tempat produksi Anda untuk mengambil sampel produk dan mengujinya. Prosesnya dapat berlangsung selama 20 hari. Jika produk Anda belum sesuai standar, Anda dapat mengujinya sendiri. Anda harus mengujinya hingga produk tersebut sesuai standar. Barulah produk tersebut akan dicek kembali oleh tim LSPro-Pustan.

Keputusan Sertifikasi

Setelah proses di atas, LSPro-Pustan akan melakukan rapat. Tujuannya adalah membuat keputusan sertifikasi. Persiapan rapat dapat memakan waktu tujuh hari. Proses rapat berlangsung satu hari. Jika produk Anda sesuai standar, Anda akan mendapatkan sertifikasinya.

Proses pengurusan sertifikasi hingga pemberiannya memakan waktu satu bulan. Jadi, Anda harus bersabar. Sertifikasi ini akan berlaku hingga tiga tahun ke depan.