Stok habis merupakan kondisi yang harus dihindari pelaku usaha ketika berbisnis. Ketika kondisi tersebut terjadi, roda bisnis terhambat dan tentunya akan mempengaruhi tingkat penjualan Anda. Nah berikut tips yang bisa diaplikasikan pada bisnis UMKM Anda untuk mengatasi stok habis. 

Mengapa Terjadi Stok Habis? 

Inaproduct – Salah satu cara agar peluang usaha yang dikembangkan terus berjalan adalah mengantisipasi stok habis. Sebelumnya, mari kupas beberapa penyebab terjadinya persediaan barang habis.

Kesalahan Data 

Penyebab utama adalah adanya kesalahan input data saat berurusan dengan inventaris atau pengadaan barang. Data yang tertulis atau diinput seringkali berbeda dengan kondisi di lapangan. Data yang salah tentu akan berdampak terhadap persediaan barang di gudang. Padahal data tersebut merupakan acuan bagi staf gudang untuk melakukan pembelian barang. 

Telat Menambah Stok 

Penyebab kedua adalah Anda maupun tim telat menambah stok barang. Kesalahan data menyebabkan Anda kurang tepat menganalisa akan persediaan barang. Pada saat yang sama, ternyata produk terjual cepat dan tak ada stok cadangan.

Ditambah Anda telat menambah stok. Akibatnya penjualan macet dan usaha Anda mengecewakan pelanggan yang membutuhkan produk Anda.

Manajemen Pergudangan yang Buruk

Penyebab ketiga, Anda kurang memahami manajemen pergudangan dengan baik. Mulai dari sistem persediaan dan penyimpanan, metode harga pokok, waktu kadaluarsa barang, dan lainnya. Alhasil, Anda mengalami kerugian karena barang rusak, hilang, gagal laku dan sebagainya. Sangat disayangkan, bukan?

Kesalahan Teknis dan Human Error 

Ada banyak kesalahan teknis yang bisa terjadi. Seperti pengiriman telat akibat cuaca buruk, pencatatan manual atau sekedar karyawan yang kurang andal. Hal-hal ini memang biasa terjadi namun Anda harus meminimalisir potensi masalah yang akan terjadi.

Komunikasi atau Hubungan Dengan Supplier Buruk

Pebisnis selain menjaga hubungan dengan pelanggan juga wajib menjaga hubungan dengan supplier. Sebab, supplier adalah tangan pertama yang menjaga stok barang selalu ready di gudang.

Ketika ada masalah dengan supplier, pengiriman barang Anda tertunda. Hal ini tentu dapat merugikan semua pihak, baik pihak Anda, supplier, maupun konsumen. 

Modal Kurang 

Penyebab terakhir yakni Anda kekurangan modal untuk membeli persediaan barang baru. Kurang cermat mengatur perputaran uang dalam bisnis membuat Anda kewalahan mencari modal tambahan. Modal kurang sedangkan permintaan barang tinggi dan stok habis bisa membuat Anda kehilangan pelanggan.

Baca juga: Ini Cara Riset Produk Agar Jualan Anda Sukses

Cara Mengatasi Stok Habis 

Mengidentifikasi Minat Pasar 

Dengan mengidentifikasi minat pasar, Anda bisa mengetahui barang apa yang penjualannya tinggi dan rendah. Sehingga memudahkan Anda menganalisis barang yang sebaiknya dibeli kembali dan dihentikan pengadaannya. Sederhananya, stok gudang adalah stok barang terlaris bukan double stok barang kurang laku dijual. 

Mempercepat Proses Produksi 

Cara yang bisa Anda lakukan jika memiliki tempat produksi sendiri adalah mempercepat proses produksi. Jika proses produksi cepat, maka Anda tak perlu cemas kehabisan stok barang. Sebaliknya ketika barang diproduksi pihak lain, maka Anda harus segera menyetok barang sebelum kehabisan.

Perhatikan juga pada saat lonjakan permintaan tinggi di momen-momen tertentu. Ambil contoh saat musim puasa, biasanya permintaan pakaian atau makanan lebaran sangat tinggi. Oleh sebab itu, Anda bisa menentukan stok sesuai kebutuhan dan mempersiapkannya dari jauh-jauh hari.

Baca juga: Horeka: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Mengelompokkan Stok Barang 

Cara ketiga yaitu dengan mengelompokkan stok barang sesuai tingkat penjualannya. Anda bisa mengelompokkan barang cepat laku, mudah rusak, hingga barang dengan tingkat penjualan rendah. Daripada itu, Anda juga bisa mengelompokkan barang berdasarkan sistem FIFO (First In, First Out). 

Lebih penting dari itu semua adalah Anda harus rajin melakukan pelacakan secara rutin. Catat berapa lama waktu yang Anda butuhkan ketika menyusun ulang setiap item barang. Cara-cara ini jelas memudahkan Anda mengontrol ketersediaan stok barang dan menghindari potensi kerugian.

Memilih Supplier yang Tepat

Anda harus pintar memilih supplier yang tepat, terutama jika bisnis UMKM Anda masih baru berkembang. Pastikan supplier yang dipilih tepercaya, amanah, dan bukan supplier bodong. Buat kesepakatan yang jelas berikut pengaturan denda jika di kemudian hari supplier bermasalah. 

Memanfaatkan Software Pendukung

Terakhir, Anda bisa memanfaatkan aplikasi stok barang untuk memudahkan pekerjaan. Apalagi sudah banyak aplikasi gratis yang bisa digunakan ponsel maupun PC. Beberapa aplikasi tersebut yakni Inventory Management, Estock, Household Register, Fakturama, dan masih banyak lagi.

Penulis: Fathria Dian

Editor: Erlinda Sukmasari