Sudah tahu, syarat ekspor berikut ini? Sebelum melakukan ekspor, pebisnis perlu memastikan bahwa perusahaannya telah memenuhi syarat ekspor.

Syarat Ekspor 

InaproductEkspor diartikan sebagai kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean Indonesia ke daerah pabean negara lain. Singkatnya, ekspor adalah kegiatan mengirimkan barang atau produk ke luar negeri.

Bagi Anda yang masih pemula dan baru ingin menjajaki dunia ekspor, tentunya masih awam dengan persyaratan apa saja yang harus dipenuhi. Untuk itu, lewat  artikel ini Anda akan diajak  memahami apa saja syarat yang harus Anda penuhi untuk memulai kegiatan ekspor produk. 

Melansir dari laman website Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, untuk menjadi perusahaan ekspor harus memenuhi syarat-syarat berikut.

Baca juga: 10 Komoditas Ekspor Indonesia yang Paling Laku Beserta Negara Tujuannya

Syarat Umum

Memiliki Badan Hukum Resmi 

Supaya aktivitas ekspor Anda dapat terjamin legalitasnya maka harus memiliki badan hukum.  Melansir dari laman website Kementerian Perdagangan Republik Indonesia badan hukum ini dalam bentuk

  • CV (Commanditaire Vennootschap),
  • PT (Perseroan Terbatas),
  • Persero (Perusahaan Perseroan),
  • Perjan (Perusahaan Jawatan),
  • Perum (Perusahaan Umum),
  • Koperasi, dan
  • Firma.

Memiliki NPWP 

Syarat ekspor selanjutnya adalah memiliki NPWP. Hal ini sangat wajib karena seluruh kegiatan ekspor akan selalu berurusan dengan perpajakan. 

Memiliki Surat Perizinan

Selain itu, Anda juga harus memiliki surat perizinan yang dikeluarkan oleh lembaga pemerintahan terkait, seperti

  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perdagangan, untuk bisnis ekspor yang bergerak di bidang perdagangan. 
  • Surat Izin Industri dari Dinas Perindustrian, untuk bisnis ekspor yang bergerak di bidang industri.
  • Izin Usaha Penanaman Modal Asing (PMA) atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Baca juga: Ingin Menjadi Eksportir? Cek Website Ini untuk Tahu Regulasinya!

Syarat Ekspor Berdasarkan Klasifikasi Eksportir

Eksportir diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu eksportir produsen dan eksportir bukan produsen. Berikut penjelasannya beserta persyaratan untuk legalitasnya.

Eksportir Produsen

Eksportir produsen adalah perusahaan eksportir yang juga memproduksi barang. Berikut syarat-syarat untuk eksportir produsen.

  • Mengisi formulir yang disediakan oleh Dinas Perindag di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau Propinsi, dan Instansi teknis yang terkait.
  • Memiliki NPWP.
  • Memiliki Izin Usaha Industri (IUI).
  • Memberikan laporan realisasi ekspor kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau instansi yang ditunjuk yang disahkan oleh Bank Devisa. Laporan dilakukan secara berkala per tiga bulan. Dengan ketentuan melampirkan surat pernyataan seperti tidak terlibat tunggakan pajak, tunggakan perbankan, dan masalah kepabeanan.

Eksportir Bukan Produsen

Eksportir bukan produsen adalah eksportir yang mengekspor atau mengirim barang milik perusahaan lain. Adapun syarat-syarat eksportir bukan produsen adalah sebagai berikut :

  • Mengisi formulir yang disediakan oleh Dinas Perindag di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau Provinsi dan Instansi teknis yang terkait.
  • Memiliki NPWP.
  • Memiliki Surat Izin Usaha  Perdagangan (SIUP).
  • Memberikan laporan realisasi ekspor kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau instansi yang ditunjuk yang disahkan oleh Bank Devisa. Laporan dilakukan secara berkala per tiga bulan. Dengan ketentuan melampirkan surat pernyataan seperti tidak terlibat tunggakan pajak, tunggakan perbankan, dan masalah kepabeanan.

Demikian informasi mengenai syarat ekspor barang ke luar negeri bagi pelaku usaha pemula. Jika segala persiapan dan persyaratan telah terpenuhi, proses ekspor produk ke luar negeri tidak mengalami hambatan. 

Penulis: Merita Ratih

Editor: Erlinda Sukmasari